Playboy menjajaki kemungkinan untuk dijual

Hak atas foto AP
Image caption Hugh Hefner mendirikan Playboy pada 1953 dengan edisi pertama menampilkan aktris Marilyn Monroe.

Playboy Enterprises tengah menjajaki kemungkinan penjualan dari grup hiburan dewasa tersebut, menurut laporan.

Grup tersebut bisa mendapat lebih dari $500 juta atau lebih dari Rp6 triliun, menurut sumber-sumber yang dikutip media seperti Wall Street Journal dan Financial Times.

Langkah ini diambil setelah majalah Playboy berhenti menerbitkan foto-foto telanjang karena sudah ketinggalan zaman.

Oplah mereka turun menjadi 800.000 eksemplar tahun lalu dari 5,6 juta pada 1975.

Bank investasi Moelis & Co dilaporkan akan menangani proses penjualan.

Hugh Hefner mendirikan Playboy pada 1953 dengan edisi pertamanya menampilkan aktris Marilyn Monroe sebagai "Playmate of the Month".

Playboy kemudian menjadi merek yang terkenal dan logo kelinci mengenakan dasi kupu-kupu digunakan untuk berbagai bisnis, seperti klub dan restoran.

Detail keuangan perusahaan tersebut sulit ditemukan setelah Hefner dan perusahaan investasi Rizvi Traverse Management menjadikan perusahaan itu privat pada 2011.

Namun dalam kesepakatan itu, Playboy dinilai berharga sekitar $207 juta atau hampir Rp3 triliun.

Berdasarkan laporan, Playboy sempat mendapat tawaran pembelian untuk keseluruhan perusahaan setelah rumah Hefner dijual Januari lalu.

Playboy Mansion - yang terkenal karena pesta gila-gilaannya - dijual dengan harga $200 juta atau hampir Rp3 triliun meski syaratnya Hefner harus diberi izin untuk tetap tinggal di rumah itu sampai 45 tahun.

Jika terjual, maka properti di Los Angeles itu akan menjadi salah satu kediaman pribadi paling mahal di AS.

Berita terkait