Israel tetapkan plafon gaji eksekutif perbankan

PM Netanyahu Hak atas foto Reuters
Image caption PM Netanyahu sejauh ini mengambil sikap probisnis tetapi suaranya kurang kuat di parlemen.

Undang-undang baru Israel menetapkan gaji tertinggi bankir top di negara itu tidak boleh melebihi US$658.000, setara dengan Rp8,8 miliar per tahun.

Plafon untuk kalangan eksekutif perbankan itu kira-kira 35 kali lipat dibanding gaji terendah yang diterima karyawan di sektor perbankan.

Ketentuan itu berlaku setelah parlemen Israel, Knesset, mengesahkan rancangan undang-undang yang dikatakan bertujuan untuk mengontrol persoalan akibat gaji berlebihan.

Ketua komite keuangan di parlemen, Moshe Gafni, mengatakan dengan plafon baru maka "persoalan terkait dengan moral dan nilai-nilai akibat gaji berlebihan yang diterima oleh mereka yang mengurus keuangan masyarakat" dapat dikendalikan.

Pembatasan ini dianggap sebagai salah satu yang paling ketat di dunia. Asosiasi Bank Israel dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Agung.

Hak atas foto Bank of Israel
Image caption Gaji eksekutif perbankan Israel ditetapkan tak lebih dari 2,5 juta shekel.

Adapun media Israel menyebutnya sebagai langkah yang belum pernah ditempuh sebelumnya dari segi skala beratnya dan sebagian bahkan mewanti-wanti pembatasan gaji eksekutif perbankan bisa mengancam ekonomi negara itu.

Biaya hidup tinggi merupakan persoalan besar di Israel dan hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Menteri Keuangan Moshe Kahlon, yang menginginkan pembatasan gaji.

Peraturan baru itu disahkan melalui pemungutan dengan suara mutlak.

Berita terkait