Sekitar 50% Papua masih gelap, warga Papua berteriak ke Jokowi

joko widodo
Image caption Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Papua Mei tahun lalu.

Sejumlah warga di Papua Barat meneriakkan 'lampu, lampu' saat Presiden Joko Widodo meresmikan Pelabuhan Wasior di Teluk Wondama, Selasa (05/04).

Teriakan ini mengacu pada permintaan listrik untuk provinsi yang masih terbatas ketersediaan listriknya, dengan 14 ibu kota kabupaten masih gelap.

Yohanes Sukrislismono, General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk untuk Papua dan Papua Barat mengatakan rasio pengadaan listrik di Papua dan Papua Barat hanya sekitar 52% dan banyak ibu kota kabupaten yang tidak memiliki pasok listrik dari PLN.

"Masih banyak tempat yang belum berlistrik PLN. Di Papua, Papua Barat saja ada 14 ibu kota Kabupaten yang belum berlistrik PLN," kata Yohanes kepada BBC Indonesia.

"Selain itu juga ada desa-desa dan daerah pelosok yang listriknya hanya hidup enam jam, delapan jam, 12 jam, dan semua yang di bawah 24 jam. Ada pula pelosok yang belum terjangkau listrik PLN," tambahnya.

Yohanes mengatakan target PLN adalah mengangkat rasio listrik ini menjadi di atas 80% seperti Jawa yang menjadi patokan untuk seluruh Indonesia.

Hak atas foto PLN
Image caption Pengadaan listrik di Papua antara lain terhambat akan kondisi geografis dan juga sungai yang mengalami sendimentasi.

Untuk jangka pendek, 14 kabupaten yang sudah mulai mendapatkan aliran listrik ini pada tahun 2016 adalah empat termasuk Wasior, Harfat dan Raja Ampat.

Kesulitan menerangkan Papua

Teriakan 'lampu, lampu' warga Papua di Wasior itu dijawab Presiden Jokowi dengan, "Lampu? Listrik maksudnya? Ya hampir semua provinsi mengalami krisis listrik."

Dalam pernyataan melalui tim komunikasi presiden, Jokowi mengatakan krisis listrik ini diakibatkan, "keterlambatan pembangunan proyek pembangkit tenaga listrik. Tak heran jika dalam sehari ada daerah yang mati empat hingga delapan kali".

Hak atas foto PLN
Image caption PLTA Orya yang tak bisa beroperasi karena sendimentasi sungai.

Teriakan permintaan pengadaan listrik ini melalui Facebook muncul dari Indra Napit yang menulis, "Betul Pak, di Jayapura hampir setiap hari mati listriknya terkadang seperti minum obat tiga kali sehari."

Komentar lain datang dari NTT, Yesechil Sosa yang mengatakan, "Pak Jokowi, tolong listrik propinsi NTT juga diperhatikan."

Mesalayuk menulis, "di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tidak hari mati listrik pak. Aktivitas warga tidak lancar padahal PLTA Bakaru sumber airnya dari Mamasa."

Untuk wilayah Papua dan Papua Barat, pengadaan listrik PLN juga dilakukan dengan pembangit tenaga air dan surya.

Namun Yohanes Sukrislismono mengatakan tenaga air sulit diterapkan karena tingginya sendimentasi sungai.

"Kondisi PLTA Orya Genyem 2x10MW satu satunya PLTA di Papua dan Papua Barat beberapa hari ini tidak bisa dioperasikan karena sedimentasi sungainya sangat tinggi. Kandungan lumpur dari hulu sungai menyebabkan air tidak dapat digunakan utk menggerakkan turbin," kata Yohanes.

"Kami kesulitan menerangkan Papua tapi kami tak gentar," tambahnya.

Berita terkait