Apa yang terjadi jika 900 orang ingin selfie dengan Jokowi?

Joko Widodo Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kerumuman warga Indonesia yang ingin mengambil foto atau jika bisa ber-selfie dengan Presiden Jokowi di London.

Dulu simbol kebanggaan, bila boleh disebut sebagai sesuatu yang membanggakan, adalah berjabat tangan.

Di era digital dan telepon genggam pintar, jabat tangan sepertinya sudah tergeser oleh swafoto atau yang biasa disebut sebagai selfie.

Dan inilah yang terjadi di acara pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan warga Indonesia di Inggris di kediaman Duta Besar Rizal Sukma di London utara, Selasa (19/04) malam.

Presiden Jokowi bertemu dan berdialog dengan warga Indonesia di sela-sela kunjungan resminya di Inggris.

Antusiasme warga untuk mengambil foto langsung terlihat begitu Jokowi hadir dan menghampiri warga, yang menurut pejabat KBRI London, Dino Kusnadi, berjumlah setidaknya 900 orang di acara ini.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Antrean warga untuk bisa berfoto bersama dengan Presiden Jokowi di rumah Dubes Rizal Sukma di London.

Pada sesi tanya jawab, Rizal Sukma bertanya, "Mau lebih banyak pertanyaan untuk Pak Jokowi atau sedikit pertanyaan tapi lebih banyak berfoto bersama?"

Jawaban warga Indonesia sudah bisa ditebak, mereka ingin berfoto bersama Jokowi.

Tapi bagaimana mengatur selfie Jokowi dengan 900 orang?

Keputusan harus segera diambil karena tiba-tiba saja kerumunan bergerak ke depan, seolah tak sabar ingin segera berfoto dengan presiden.

Komandan Paspampres, Mayjen Andika Perkasa, kemudian mengumumkan melalui pengeras suara bahwa foto bersama diatur seperti ketika menggelar hajatan atau kondangan.

Hak atas foto Biro Pers Setpres
Image caption Warga Indonesia di London antusias ingin mengambil foto Jokowi.

Maka diaturlah rombongan per rombongan untuk masuk ruangan dan foto bersama dengan presiden.

"Wah tentu saja saya senang bisa berfoto bersama Jokowi, meski posisi saya tak bisa dekat dengan presiden. Saya sampai dua kali lho berfoto bersama," kata Naniek, seorang warga London.

Febi, pekerja profesional yang menetap di London dalam beberapa tahun ini, mengatakan kecewa karena tak bisa selfie berdua dengan Presiden Jokowi.

"Saya penasaran ingin tahu Pak Jokowi sebenarnya seperti apa," kata Febi.

Acara foto bersama Jokowi ini berlangsung kurang lebih selama satu jam. Bahkan ketika selesai pun, antusiasme warga tak juga surut. Mereka berkerumun di depan rumah dubes, berharap bisa melihat dan bertemu dengan Jokowi dari dekat.

Tapi tak semua orang ingin berfoto bersama presiden. Ada beberapa warga yang lebih memilih menghabiskan makan malam berupa nasi kotak yang disediakan panitia.

Berita terkait