Kesulitan dana untuk F1, Rio Haryanto bisa dibidik negara lain

rio haryanto Hak atas foto EPA
Image caption Rio Haryanto finis di posisi ke-21 di GP Shanghai, Cina.

Kementerian Pemuda dan Olahraga mengakui kesulitan untuk mencari dana tambahan agar Rio Haryanto dapat mengikuti semua balap F1 pada musim ini.

Meski demikian, Kemenpora menyatakan akan terus berupaya agar pembalap tim Manor yang dibidik negara lain ini tetap membawa 'Merah Putih'.

Penampilan Rio Haryanto sebagai pay driver atau pembalap yang membawa sponsor di Manor Racing memerlukan biaya 15 juta euro dan yang terkumpul saat ini adalah 5 juta euro dari Pertamina dan 3 juta euro dari keluarga Rio, kata juru bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto.

"Kami belum lempar handuk putih (belum menyerah), kami akui kami dalam kondisi kesulitan dan belum ada celah signifikan (untuk mencari biaya tambahan sebesar 7 juta euro) yang harus dibayar pada akhir bulan Mei," kata Gatot kepada BBC Indonesia.

Namun Gatot mengatakan pihaknya telah membuat berbagai perhitungan dan mempertahankan Rio Haryanto sebagai pembalap Indonesia lebih banyak sisi positifnya.

"Pemerintah mengambil kebijakan dengan determintasi yang tinggi (untuk mendukung Rio) ... sebagai informasi Rio itu sudah dibidik oleh negara-negara lain dan jangan kita menyesal bila dia akan tampil dengan lambang negara lain dan bukan Merah Putih lagi," tambah Gatot.

Bila dana 7 juta euro tidak terpenuhi, Rio hanya dapat mengikuti 11 balap F1 pada musim ini yang diselenggarakan di Hungaria pada tanggal 24 Juli.

'Mahal itu relatif'

Hak atas foto Rio Haryanto
Image caption Rio (tengah) bersama managernya Piers Hunnisett (kiri) dan pejabat KBRI Moskow setibanya di bandara ibu kota Rusia itu.

Rio telah dua kali finis dalam dua Grand Prix terakhir, di Shangai, Cina, dan di Bahrain.

Gatot juga menambahkan telah mengirimkan surat kepada 16 BUMN untuk membantu menambah dana bagi Rio termasuk juga yang digalang masyarakat.

Wartawan Bola yang mengamati F1, Arief Kurniawan, mengatakan nama F1 sangat besar dan semua pihak dapat ikut mendukung.

Hak atas foto AFP
Image caption Untuk tetap tampil di F1, Rio memerlukan dana 7 juta euro lagi.

Arief mencotohkan tiga model pay driver F1, dengan dana dari pemerintah, perusahaan swasta dan juga dana sendiri.

"Seperti Pastor Maldonado, yang mendapatkan dukungan dari pemerintahan mantan presiden Venezuela, Hugo Chavez ... Valtteri Bottas, pembalap Williams yang didukung dua perusahaan swasta Finlandia, Wihuri dan Kemppi, sementara Pedro Diniz karena berasal dari keluarga kaya Brasil, mensponsori dirinya sendiri," kata Arief.

"Dari tiga model kasus ini, siapa pun mestinya boleh merasa bertanggung jawab terhadap kelangsungan Rio di tim Manor. Di F1, mahal itu relatif mengingat exposure brand akan sangat besar setiap kali ada siaran langsung di televisi berbayar atau terestrial," tambah Arief.

Berita terkait