Melindungi ekosistem Leuser, pegiat dapat dana dari Inggris

farwiza Hak atas foto Whitly Awards
Image caption Farwiza mendapat penghargaan Whitley Fund for Nature dari Putri Anne.

Pegiat lingkungan Aceh mendapatkan hadiah dari badan amal konservasi Inggris, Whitley, sebagai pengakuan dalam upayanya melindungi ekosistem Leuser.

Farwiza Farhan -termasuk salah seorang dari dua warga Indonesia yang mendapatkan Whitley Award 2016- berkat upayanya mempertahankan kawasan hutan Leuser, dengan hadiah tambahan sebesar £35.000 atau sekitar Rp670 juta rupiah selain penghargaan lingkungan bergengsi tersebut.

Farwiza menggerakkan komunitas lokal melakukan gugatan warga negara terhadap pemerintah dan dewan perwakilan daerah serta Kementerian Dalam Negeri.

Hak atas foto AFP
Image caption Kawasan ekosistem Leuser dihapus dalam tata ruang Aceh pada 2013.

Sidang pertama gugatan warga negara ini dimulai Rabu (27/04) di Jakarta dengan tergugat termasuk Kementerian Dalam Negeri yang disebutkan Farwiza 'tidak membatalkan rencana tata ruang Aceh...yang tidak memasukkan Leuser sebagai kawasan lindung'.

Penyelenggara Whitley Award menyatakan penghargaan untuk Farwiza diserahkan dalam upacara di London, pada Rabu (27/04), karena 'upayanya menangani perusahaan-perusahaan dan instansi pemerintah untuk menjamin ekosistem Leuser di Sumatra tetap dijaga bagi generasi-generasi berikutnya'.

Hak atas foto AFP
Image caption Leonardo Di Caprio bersama Farwiza saat berkunjung ke Leuser bulan lalu.

Peraih Whitley Award 2016 lainnya asal Indonesia adalah Hotlin Ompusunggu, karena memberikan pengobatan murah yang ditukar dengan upaya masyarakat dalam melindungi hutan di Gunung Palung, Kalimantan Barat.

Leonardo Di Caprio berkunjung ke Leuser

Farwiza yang mendirikan Yayasan Hutan, Alam, Lingkungan Aceh atau HAKA, menyatakan telah meminta Pemerintah Daerah Aceh merevisi Tata Ruang Aceh yang tidak mencantumkan Leuser dan dalam tiga tahun ini tanpa hasil.

Hak atas foto Farwiza
Image caption Kerusakan di ekosistem Leuser.

"Leuser adalah kawasan terakhir di dunia tempat masih ada badak, orang utan, gajah bersama sama di alam liar. Leuser tak hanya penting bagi satwa tapi juga sekitar empat juta masyarakat di seputar," kata Farwiza.

Hak atas foto Farwiza
Image caption Penanaman pohon di Leuser.

"Kawasan ekosistem Leuser dilindungi dalam UU Nasional namun oleh pemerintah daerah tiba-tiba dihapuskan keberadaannya," tambahnya.

"Tiga tahun telah berlalu (tanpa hasil) dan kita tempuh jalur hukum karena pemerintah gagal melindungi kawasan ekosistem Leuser."

Hak atas foto Paul Hilton
Image caption Leuser adalah satu-satunya tempat di dunia, di mana orang utan, gajah, harimau, badak hidup di satu kawasan di alam liar.

Pegiat yayasan HAKA ikut mendampingi bintang Holywood dan pegiat lingkungan Leonardo Di Caprio yang berkunjung ke Leuser bulan Maret lalu.

Farwiza mengatakan Di Caprio ikut menyatakan dukungan penuhnya untuk perlindungan Leuser.

Berita terkait