Google gaet Uber dalam proyek mobil mengemudi sendiri

Google car Hak atas foto Google
Image caption Google ingin mobil yang bisa menyetir sendiri ini beroperasi tanpa roda kemudi dan pedal.

Google telah menjalin kerja sama dengan para produsen mobil dan taksi, seperti Ford, Volvo, Uber dan Lyft demi membantu mengarahkan berbagai peraturan demi terwujudnya mobil otonom alias mobil yang bisa mengemudi sendiri.

Mereka juga akan melobi para perumus undang-undang dan regulator terkait persoalan hukum. Mantan pejabat Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Nasional AS, David Strickland akan menjadi juru bicaranya.

Kerja sama ini juga bertujuan untuk meyakinkan masyarakat tentang manfaat dari kendaraan-kendaraan tanpa supir. "Teknologi mengemudi sendiri akan meningkatkan keselamatan publik dan mobilitas untuk para lanjut usia dan orang-orang cacat.

Selain itu, dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, meningkatkan kualitas lingkungan, dan memajukan efisiensi transportasi," demikian pernyataan kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Hak atas foto Google
Image caption Mobil otonom tidak dilengkapi setir serta pedal gas dan rem.

Aturan mobil otonom

Keberadaan mobil otonom tidak masuk dalam undang-undang yang berlaku saat ini. Namun, Negara Bagian California tengah mempertimbangkan untuk menerapkan larangan terhadap mobil yang tidak memiliki kemudi, pedal, dan supir dengan SIM yang bisa menangani kondisi darurat,

Google menentang langkah itu dan ingin menghindari tumpang tindih dalam peraturan negara yang berbeda.

Dalam sidang Senat terkait kendaraan-kendaraan otonom ini, kepala mobil self-driving Google, Chris Urmson, menunjukkan 23 negara bagian di AS sudah memiliki 53 bagian undang-undang yang terkait dengan topik tersebut.

Badan transportasi NHTSA akan merilis panduan tentang mobil yang mengemudi sendiri untuk sejumlah negara bagian dan para perumus kebijakan pada bulan Juli nanti.

Hak atas foto Google
Image caption Mobil otonom bisa meluncur di jalan-jalan kota di Cina dalam tiga hingga lima tahun mendatang.

Pada bulan Februari, lembaga itu mengatakan sistem mobil Google yang menyetir sendiri bisa dianggap sebagai sopir, mengacu pada undang-undang federal. Hal ini dipandang sebagai langkah besar untuk kendaraan-kendaraan otonom.

Tahun lalu, ada 33.000 korban jiwa di jalan-jalan Amerika, menurut Departmen Transportasi AS.

Faktor kesalahan manusia, lanjut departemen itu, menyebabkan 94% kecelakaan di jalan, dan tabrakan mobil menjadi penyebab utama kematian sejumlah orang berusia 15 sampai 29 tahun.

Di Cina, sebuah kelompok universitas yang didukung oleh Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi menyusun rencana pembuatan mobil tanpa sopir sehingga kendaraan otonom ini bisa meluncur di jalan-jalan kota dalam tiga sampai lima tahun mendatang.

Rencana ini termasuk standar-standar teknis, penggunaan bahasa yang lazim bagi kendaraan-kendaraan untuk berkomunikasi satu sama lain, serta berbagai pedoman peraturan.

Berita terkait