Perlu riset lebih banyak untuk menggali makam Tutankhamun

Mesir kuno

Menteri Purbakala Mesir yang baru menyatakan 'tidak akan' memberi izin penggalian untuk menemukan kemungkinan ruang rahasia di belakang makam Raja Tutankhamun.

Dalam sebuah konferensi di ibukota Kairo, Minggu 8 Mei, Khaled al-Anani menjelaskan baru memberi izin jika dia yakin sepenuhnya bahwa ruang rahasia itu memang ada.

Anani menambahkan masih dierlukan lebih banyak riset untuk meyakinkannya.

Sikap skeptis ini berbeda dengan pendahulunya, Mamduh el-Damaty, yang mendukung pandangan arkeolog Inggris yang mengatakan pengindaian yang dilakukan mengungkapkan ada ruangan tersembunyi di belakang makam firaun itu.

Hak atas foto Philip PikartWikipediaCC BYSA 3.0
Image caption Sejumlah ahli berpendapat maka Ratu Nefertiti di belakang makam Raja Tutankhamun.

Damaty sendiri mengatakan masih diperlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan, namun bulan Maret lalu dia berpendapat ada 90% peluang untuk keberadaan ruang tersebut.

Hal tersebut meningkatkan spekulasi ruang itu mungkin merupakan makam Ratu Nefertiti, yang memerintah pada abad ke-14 Sebelum Masehi.

Dr Nicholas Reeves yakin jenazah Tutankhamun -yang wafat 3.000 tahun lalu pada usia 19 tahun- mungkin dimakamkan terburu-buru di kamar bagian luar dari yang mestinya merupakan makam Nefertiti.

Adapun Makam Raja Tutankhamun ditemukan pada tahun 1922 oleh arkeolog Inggris lainnya, Howard Carter.

Berita terkait