Thailand bongkar komplotan pembocor ujian

thailand Hak atas foto Getty
Image caption Pekerjaan menjadi dokter, seperti di Siriraj Hospital, menjadi incaran banyak warga Thailand.

Sekitar 3.000 orang di Thailand harus mengulang ujian masuk kedokteran gigi setelah universitas membongkar penipuan canggih dengan menggunakan kamera dan jam pintar.

Universitas Rangsit Bangkok menyatakan tiga peserta ujian merekam kertas ujian dengan menggunakan kamera kecil di kacamata.

Mereka kemudian mengirim informasi tersebut ke pada sekelompok orang di luar, yang mengirim jawaban yang benar lewat telepon pintar kepada peserta ujian lain.

Salah seorang mengaku membayar US$24.000 atau Rp320 juta untuk mendapatkan jawaban yang benar agar diterima di sekolah kedokteran.

Arthit Ourairat, rektor Universitas Rangsit, menaruh foto-foto peralatan menyontek canggih di halaman Facebook pada Minggu (08/05) malam.

Dia mengumumkan ujian masuk terkait sudah dibatalkan setelah ditemukannya penipuan ini.

"Kami menginginkan hal ini diketahui agar masyarakat menyadari kita harus berhati-hati, terutama dengan ujian kedokteran dengan ketertarikannya yang tinggi di kalangan para murid tetapi tempat yang tersedia tidak banyak," kata Arthit kepada Stasiun Channel 3 Thailand, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Gelar dokter sangat dicari di Thailand karena para dokter bisa menjadi kaya jika bekerja di sektor swasta di tengah-tengah posisi negara itu yang kini menjadi pusat perawatan dunia.

Berita terkait