Rusak karena pariwisata, Thailand tutup pulau

Koh Tachai Hak atas foto Thinkstock
Image caption Koh Tachai dikenal sebagai salah satu tujuan wisata populer di Thailand bagi para penyelam.

Pihak berwenang Thailand dipastikan akan menutup Pulau Koh Tachai karena eksploitasi pariwisata telah membawa dampak buruk bagi sumber daya alam dan lingkungan.

Sejumlah ahli yang dikutip media setempat menyebutkan pantai di pulau itu hanya bisa mengakomodasi sekitar 70 orang, tetapi kadang-kadang jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1.000 orang.

Belum lagi keberadaan pedagang kaki lima dan perahu-perahu wisata.

Kondisi itu jauh melebihi kapasitas berkelanjutan pulau dan menyebabkan kerusakan yang terancam tak bisa diperbaiki lagi.

"Kita harus menutupnya untuk memungkinkan rehabilitasi lingkungan baik di pulaunya sendiri maupun di laut tanpa gangguan aktivitas pariwisata sebelum kerusakannya terlalu parah sehingga tak bisa diperbaiki lagi," kata Direktur Jenderal Departemen Taman Nasional, Konservasi Margasatwa dan Tumbuhan, Tunya Netithammakul, seperti dilaporkan surat kabar Bangkok Post.

Pulau Koh Tachai terletak di lepas pantai Provinsi Phang Nga dan menjadi bagian dari Taman Nasional Similan.

Taman itu banyak dikunjungi turis dan penyelam yang masih mendapat akses masuk ke beberapa lokasi terbatas untuk menyelam di kawasan itu.

Hampir semua taman nasional di Thailand ditutup mulai pertengahan Mei hingga pertengahan Oktober selama musim hujan, tetapi kali ini Koh Tachai tak akan dibuka lagi.

Berita terkait