Hal yang bisa Anda lakukan jika alami pelecehan seksual

Hak atas foto Thinkstock

Satu malam, sekitar pukul 08.30 WIB, Anita Rosalina, 24, berjalan kaki di daerah Kramat Jati, Jakarta. Tiba-tiba, seorang pria berkendara motor menepi di pinggir jalan.

“Dia menunjukkan kelaminnya ke saya,” kata Anita. “Saya yang masih 'beku' (kaget), lari begitu saja sampai ke tempat yang lumayan ramai, lalu menghubungi teman.”

Pengalaman bertemu dengan eksibisionis ini masih membekas dalam ingatan Anita. Namun, apa yang membuatnya semakin kaget adalah reaksi polisi saat dia melapor.

“Saya sadar, orang itu tidak akan bisa dilaporkan karena saya dalam keadaan takut dan tidak foto nomor kendaraan. Saya ke kantor polisi agar mereka sadar bahwa jalan yang saya lewati tidak aman.”

“Mereka harus sesekali patroli dan membetulkan lampu jalan.”

Tapi respon mereka malah menyalahkan Anita. “Lagian kenapa mbak keluar malem-malem," ceritanya menirukan komentar polisi. “Mbaknya cantik sih, jadi digodain.”

"Laki-laki emang gitu mbak. Istri saya juga pernah ketemu yang gituan, tapi enggak sampai lapor kayak mbak gini."

Pelecehan seksual di tempat umum, juga dialami oleh Shanti Ayu ketika berjalan di sebuah trotoar di Jakarta. "Jam 6 sore waktu itu, lagi macet, tiba-tiba dari samping orang naik motor, menepi, bertanya, 'mbak, berapa per jamnya?'"

"Mereka ketawa-ketawa lalu kabur. Saya terdiam dan tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal kalau dibilang, saya tidak pakai baju terbuka, waktu itu saya pakai kemeja kotak-kotak dan jeans."

Pelecehan seksual di tempat-tempat umum banyak terjadi dan perempuan yang menjadi korban malah sering disalahkan karena (misalnya) cara berpakaiannya, atau pulang terlalu malam.

Hak atas foto ASTRID l RIKA l perEMPUan
Image caption Booklet bergilir, begitu mereka menyebutnya, bisa diunduh melalui internet.

Tak ingin tinggal diam, sejumlah perempuan menyusun buku panduan pencegahan pelecehan seksual. "Buku itu dibuat pada 2012 lalu merespons ramainya pemberitaan terkait kasus perkosaan di angkot," kata Shanti Ayu.

Panduan, yang bisa diunduh melalui internet dan terus dibagikan hingga hari ini, memuat berbagai penjelasan terkait bentuk pelecehan seksual di tempat umum dan bagaimana perempuan menghadapinya. Shanti mengatakan kasus-kasus yang dituliskan dikumpulkan berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi.

_____________________________________________________

Bentuk-bentuk pelecehan seksual

  • Verbal: gurauan porno ('pulang jam segini, perempuan macem apa?', 'berapa mba satu jam?'), siulan nakal, julukan yang merendahkan (si bohay, tante montok), dan lainnya.
  • Non verbal: memandangi lekat- lekat dengan penuh nafsu, bergaya seolah menjilat dan memberikan ciuman dari jarak jauh, tindakan yang menyentuh korban seperti meraba, mencium, menggesekkan.

_____________________________________________________

Lalu apa yang harus dilakukan ketika paha atau dada kita diraba di tempat umum?

"Pendekatannya berbeda-beda tergantung situasi dan di mana kejadian," kata Rika Rosvianti, salah satu penulis buku panduan.

Hak atas foto ASTRID l RIKA l perEMPUan
Image caption Aksi pura-pura merogoh saku bisa menjadi salah satu tindakan pelecehan seksual.

"Tapi secara umum, yang harus dilakukan pertama kali adalah terimalah fakta, bahwa Anda shock dan itu normal," jelasnya. Banyak perempuan yang dilecehkan, menurut Rika, malah menyalahkan dan mempertanyakan apa yang salah pada diri sendiri.

"Kedua, sesegera mungkin tinggalkan TKP, dan cari tempat yang ramai."

Bagus jika Anda punya kemampuan melawan, kata Rika, tetapi pikirkan bahwa kekerasan yang Anda lakukan pada pelaku - walau dalam upaya membela diri - bisa punya implikasi hukum.

"Dari berbagai diskusi di kampus, kita selalu menyarankan untuk mengisi botol parfum kaca dengan minyak angin yang paling panas, untuk disemprotkan ke mata atau kelamin pelaku. Kenapa minyak angin? Karena itu yang paling less evidence," lanjut Rika.

Satu hal yang juga perlu diingat adalah otoritas tubuh, bahwa "tubuh Anda adalah milik Anda, sehingga jika tubuh milik Anda disentuh, dan kamu tidak mau (tidak mengizinkannya), Anda berhak lapor," tutupnya.

Simak diskusi lengkapnya dalam video di Facebook BBC Indonesia berikut ini.

Berita terkait