Arkeolog temukan monumen abad 2 SM di Yordania

Petra Hak atas foto AFP
Image caption Warisan Dunia Petra dibangun oleh peradaban Nabataean pada abad keempat SM.

Sebuah monumen besar ditemukan di balik gundukan pasir di situs Warisan Dunia Petra, Yordania selatan.

Para arkeolog menggunakan citra satelit, foto dari pesawat tanpa awak, dan penelitian lapangan untuk memastikan lokasi penemuan tersebut. Laporan temuan itu kemudian diterbitkan di jurnal arkeologi American Schools of Oriental Research.

Landasan monumen itu kira-kira sepanjang kolam renang Olimpiade berukuran 50 meter dengan luas mencapai dua kali lipat.

Tim peneliti mengatakan temuan ini berbeda dengan bangunan-bangunan kuno lain yang ditemukan di kawasan situs kuno tersebut.

Hak atas foto AFP
Image caption Jumlah wisatawan yang datang ke Petra dilaporkan menurun karena konflik yang dipicu ISIS.

"Saya sudah bekerja di Petra selama 20 tahun dan saya tahu ada sesuatu di sana, namun jelas beralasan untuk mengatakan hal ini sebagai sebuah penemuan," kata Christopher Tuttle, salah seorang pimpinan tim kepada majalah National Geographic.

Warisan Dunia Petra berasal dari abad keempat Sebelum Masehi, yang dibangun oleh peradaban Nabataean di sebagian wilayah yang kini masuk ke dalam Yordania, Irak, Suriah, dan Libanon.

Keramik di bagian permukaan landasan monumen yang baru ditemukan ini memperlihatkan pembangunannya sekitar pertengahan abad ke-2 SM, ketika Petra sedang berada dalam puncak kejayaannya.

Diperkirakan monumen tersebut mungkin dimaksudkan untuk tempat berlangsungnya upacara.

Ratusan ribu wisatawan dunia berkunjung ke Petra setiap tahunnya walau jumlahnya menurun belakangan ini karena konflik yang dipicu oleh keberadaan kelompok milisi ISIS.

Berita terkait