Dibelikan bensin: cerita 'kebaikan menular' yang menjadi viral

Hak atas foto KITABISA

Apa yang Anda lakukan jika dibelikan bensin oleh orang tidak dikenal? Ternyata, jawabannya tak hanya sekedar kalimat "terima kasih."

Sebuah video eksperimen, yang diprakarsai oleh situs penggalangan dana KitaBisa, tentang kebaikan menular menjadi viral di media sosial - dibagikan lebih dari 6.000 kali dalam waktu empat jam.

Dalam video yang diambil di sebuah pom bensin di Bandung ini, tampak seorang pemuda membelikan bensin untuk pengendara motor yang ada di belakangnya.

Beberapa orang yang dibelikan bensin berterima kasih, namun satu pengendara motor melakukan sesuatu yang tak biasa: tidak hanya mengucap terima kasih dan memberi pelukan, dia juga membelikan bensin untuk pengendara lain di belakangnya.

"Ini berhubung saya dibayarin motor depan, saya bayarin yang bapak aja ya?" kata seorang pria kepada orang di belakangnya.

Sejumlah pengguna tampak mengapresiasi eksperimen sosial ini dan mengatakan bahwa, "kebaikan itu sangat luar biasa dampaknya."

Lainnya, lewat akun Wawan Hermawan mengatakan, "orang yang dibayarin terus langsung pergi tadi bukan berarti tidak melakukan kebaikan, bisa saja di tempat atau waktu yang lain. Kebaikan pasti ada efeknya.

Hak atas foto Kitabisa

Namun, sebagian meresponsnya dengan nada yang lebih sendu. "Yang anggap ini kisah nyata mending segera bangun dari mimpi..." kata yang lain.

Eksperimen ini adalah bagian upaya agar orang-orang menggalang dana di KitaBisa, kata salah satu pendirinya Vikra Ijas.

Daripada membuat iklan biasa, jelasnya, mereka ingin memberikan pendekatan yang berbeda dengan mengadakan eksperimen sosial tanpa rekayasa.

Hak atas foto Kitabisa

Pengambilan gambar - dengan kamera tersembunyi - dilakukan tiga hari dan totalnya telah membayari sekitar 16 pengendara motor. Mereka ingin menguji satu teori: apakah kebaikan bisa menular dengan segera?

"Awalnya, jujur, kita pesimis," kata Vikra. "Tapi waktu tahu ternyata ada cerita seperti ini, saya merasa terinspirasi banget."

"Kami melihat banyak konten viral itu kontennya selalu negatif, sementara kebaikan-kebaikan ini tidak masif tersebar. Dari sini, kita ingin memberi pesan bahwa kebaikan itu menular, kindness is viral."

Berita terkait