'Darurat kekerasan': Pembunuhan perempuan oleh laki-laki di Indonesia

protes kekerasan terhadap perempuan di brasilia mei lalu Hak atas foto Reuters
Image caption Menurut catatan Komnas Perempuan angka kekerasan terhadap perempuan pada 2014 mendekati 4000 kasus.

Dalam lebih enam bulan pertama, jumlah perempuan yang dibunuh mencapai lebih dari 100 orang, dan sebagian besar dilakukan oleh laki-laki termasuk pasangan mereka, menurut catatan seorang aktivis.

Berdasarkan info grafis akun Menghitung Pembunuhan Perempuan di Facebook yang dibentuk oleh Kate Walton, aktivis dan penulis asal Australia, terlihat dari 91 pembunuhan perempuan, sebanyak 90 dilakukan oleh laki-laki dan 48 di antaranya oleh pasangan, dalam enam bulan pertama tahun 2016.

Data sampai Kamis (21/07), korban yang tercatat mencapai 102 orang dan Kate menyebut data melalui akun Facebook ini menunjukkan situasi 'darurat kekerasan' dan ia berharap dapat bekerja sama dengan Komnas Perempuan untuk kampanye antikekerasan terhadap perempuan.

Komnas Perempuan, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap perempuan, menurut wakil ketua Yuniyanti Chuzaifah, menghargai berbagai upaya terkait perlindungan terhadap wanita.

"Inisiatif ini perlu diapresiasi karena Komnas Perempuan mendorong media untuk memberitakan kekerasan terhadap perempuan agar dapat perhatian negara dan publik sehingga ada perlindungan, pencegahan dan penanganan," kata Yuni.

Komnas Perempuan sendiri mendokumentasi pembunuhan perempuan dalam konteks kekerasan negara seperti dalam konteks konflik, hukuman mati dan migrasi, tambahnya.

Data dari Komnas Perempuan menunjukkan kekerasan seksual merupakan angka tertinggi dari daftar kasus kekerasan terhadap perempuan.

Angka dua tahun lalu pada 2014, dari 3860 kasus kekerasan pada perempuan, 2183 kasus atau 56% adalah kasus kekerasan seksual berupa perkosaan, pencabulan, pelecehan seksual dan paksaan berhubungan badan.

Jangan diam saja

Salah satu dari dua tautan yang diterbitkan dalam akun Menghitung Pembunuhan Perempuan, atau korban ke 101, Kamis (21/07) adalah tentang pembunuhan anak 10 tahun setelah dicabuli di Bojonegoro, Jawa Timur.

Tautan-tautan berita tentang pembunuhan perempuan ini dikumpulkan Kate dengan bantuan teman-teman aktivis dan wartawan.

Upaya ini terinspirasi oleh proyek Counting Dead Women di Inggris dan Australia dan dibuat melalui Facebook agar mendapatkan akses lebih mudah, kata Kate.

"Dengan adanya proyek ini, saya berharap orang menjadi lebih sadar pada tingginya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Kita sedang mengalami krisis atau darurat kekerasan karena kasusnya sangat banyak," kata Kate.

Image caption Berita tentang pembunuhan anak 10 tahun.

Apa yang bisa kita lakukan? Jangan diam saja, namun bicarakan kekerasan terhadap perempuan dengan semua orang, tulis Kate dalam info grafis angka pembunuhan perempuan dengan seruan agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sekitar 56% kasus kekerasan terhadap perempuan adalah kekerasan seksual, menurut Komnas Perempuan.

"Tidak ada hubungan sama sekali antara korban-korban ini, semuanya beda usia, beda tempat tinggal, beda status nikah, beda pekerjaan. Ini berarti ada kekerasan sistematis terhadap perempuan Indonesia," tambahnya.

Berita terkait