Simpanse tak berbulu bintang internet, mati mendadak

Mongo simpanse tak berbulu Hak atas foto JAKE BEATONREKKERS
Image caption Ketiadaan bulu Mongo membuat orang menyadari simpanse sebagai hewan penuh otot.

Seekor simpanse tak berbulu yang menjadi hit di internet sesudah film yang menampilkannya berkelahi jadi viral, mati mendadak saat dalam pembiuasan.

Mongo, berusia 22, yang tak berbulu karena menderita alopecia, menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Kebun Binatang Twycross, namun tidak bisa siuman dari pembiusan.

Film tentang 'perkelahian' Mongo telah dilihat lebih dari satu juta kali secara daring, antara lain karena penampilan gorila ini yang tanpa bulu.

Zoo Twycross mengatakan kejadiannya sebenarnya hanya 'penampilan' dan bukan 'perkelahian,' dan itu merupakan perilaku normal bagi simpanse.

Hak atas foto JAKE BEATON REKKERS
Image caption Dua simpanse berbeda: Mongo yang gundul tak berbulu bersama Flynn yang penuh bulu.

Dalam sebuah pernyataan, Kebun Binatang Twycross mengatakan kematian Mongo merupakan hal tak terduga.

"Mongo menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk menyelidiki kantung udaranya yang membesar," kata pernyataan itu.

"Sebetulnya Mongo tidak menunjukkan tanda-tanda luar yang menunjukkan suatu penyakit, namun pemeriksaan kesehatan mengungkapkan bahwa ia menderita infeksi dan sayangnya, ia gagal untuk siuman dari pembiusan."

Hak atas foto JAKE BEATON REKKERS
Image caption Jambo, ayah Mongo, juga menderita alopecia, namun itu tak menghambatnya untuk menjadi simpanse jantan yang dominan di kelompoknya.

Kendati tidak berbulu - diwarisi dari ayahnya, Jambo, yang sama-sama tak memiliki bulu- Mongo sangat menonjol di kelompoknya.

Di awal kehidupannya ia harus bekerja keras untuk dapat diterima tetapi kemudian menjadi bagian integral dari suatu hirarki gorila yang ketat, yang dipimpin oleh ayahnya.

Dia juga populer di kalangan kaum betina, terutama Noddy, yang biasanya selalu berada di dekatnya.

Berita terkait