Perdagangan Cina melemah, ekonomi global kian mengkhawatirkan

ekonomi Cina Hak atas foto EPA
Image caption Ekonomi Cina mencerminkan kondisi ekonomi global.

Cina kembali mengalami penurunan jumlah ekspor pada bulan Juli, menambah kekhawatiran terhadap prakiraan ekonomi global.

Ekspor turun 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sedikit membaik dibanding bulan Juni yang turun 4,8% namun tetap lebih buruk diabnding yang diharapkan para analis.

Nilai impor juga lebih lemah dibanding yang diprediksi, turun 12,5%.

Cina adalah penggerak penting ekonomi dunia, jadi data ini dilihat sebagai potret ekonomi global.

Ekspor Cina telah turun selama 12 dari 13 bulan terakhir.

Ketidakpastian ekonomi global berkisar dari harga komoditas yang rendah hingga krisis hutang Uni Eropa dan keputusan Inggris meninggalkan blok UE senantiasa mematikan aktivitas ekonomi di seluruh dunia.

'Tak semarak'

Hak atas foto Reuters
Image caption Pemerintah Cina mendorong konsumsi masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun masih belum berhasil.

Angka ini ‘tidak menandakan kondisi permintaan global, mengetahui saat ini ekspor Cina diuntungkan lewat kurs yang lebih rendah' kata Louis Kuijs dari Oxford Economics.

"Melihat ke depan, kami memprediksi data perdagangan tetap ‘tak semarak’ dalam beberapa bulan mendatang, melihat prakiraan kami di lemahnya di perdagangan global dan permintaan domestic Cina."

Ekspor Cina turun ke US$184,7 miliar sementara impor turun ke US$132,4 miliar, sehingga ada surplus perdagangan sebesar Rp800.000 triliun selama bulan Juli.

Lesunya permintaan domestik mengindikasikan usaha pemerintah mendorong konsumsi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi belum berhasil.

PDB (Produk Domestik Bruto) meningkat sebesar 6,7% selama tiga bulan terakhir diandingkan tahun sebelumnya, menurut statistic Cina.

Berita terkait