Serangan teroris menurunkan kedatangan wisatawan

Serangan Paris Hak atas foto AFP
Image caption Rangkaian aksi teror di Paris diperkirakan makin membuat kunjungan ke Prancis menurun.

Tujuan-tujuan wisata yang berupaya menarik kembali pengunjung setelah serangan teroris diperkirakan akan terus menghadapi penurunan kedatangan internasional.

Pesanan tiket penerbangan memperlihatkan Turki menjadi negara yang paling menderita dengan pesanan September hingga Desember turun 52% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan Prancis menghadapi penurunan hampir 20% dari tahun lalu.

Hak atas foto GETTY
Image caption Serangan di Bandara Istanbul, Turki, pada akhir Juni tahun ini, menewaskan 36 orang.

Pada sisi lain penelitian memperlihatkan Spanyol, Portugal, dan Italia menjadi sasaran pengganti untuk kawasan Eropa selatan.

Perusahaan data perjalanan, Forward Keys, mengkaji pesanan penerbangan ini untuk program You and Yours di Radio BBC 4.

Dalam masa tujuh bulan tahun 2016, kursi penerbangan yang tersedia ke Spanyol dari Inggris meningkat 19% dibanding periode sebelumnya tahun lalu sementara penerbangan ke Jerman dan Portugal masing-masing naik 12%.

Maskapai penerbangan murah disebut paling banyak meningkatkan kapasitasnya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Jatuh 39 korban jiwa dalam serangan teroris di Pantai Sousse, Tunisia, pada Juni 2015.

"Para pelancong menciptakan situasi ketika memutuskan untuk berkunjung ke tujuan alternatif. Operator dan maskapai memutuskan untuk menggunakan pesawatnya ke rute yang memungkinkan mereka mengisi pesawatnya," jelas Olivier Jager dari Forward Keys.

Serangkaian aksi teror di Prancis -yang dimulai dengan penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo- memicu kecenderungan penurunan pendatang internasional yang semakin diperburuk oleh rangkaian serangan penembakan oleh militan Islam pada November 2015, yang menewaskan 130 orang, menurut Forward Keys.

Pesanan ke Turki turun 15% antara Agustus 2015 hingga Juli 2016 dibanding tahun sebelumnya, terkait serangkaian serangan teror dan upaya kudeta yang gagal pada bulan Juli.

Sedangkan kedatangan internasional ke Tunisia turun pada masa Agustus 2014-Juli 2015, menyusul aksi teror -termasuk di pantai Sousse- dengan sasaran tujuan wisata di negara itu.

Bagaimanapun data Badan Pariwisata Tunisia memperlihatkan adanya peningkatan wisatawan dari Aljazair dan Rusia.

Berita terkait