Puluhan sopir ditangkap, Uber hentikan operasi di Abu Dhabi

Uber Hak atas foto Getty
Image caption Ekspansi internasional Uber menghadapi tantangan hukum di beberapa negara -juga penentangan dari pemain angkutan reguler.

Perusahaan taksi internasional berbasis aplikasi, Uber menghentikan layanannya di Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab, setelah 50an pengemudinya ditangkap.

Perusahaan saingannya, Careem juga telah membekukan layanan di sana, setelah sejumlah mobilnya dicegat pihak berwenang.

Uber, yang telah beroperasi di keemiratan ini sejak 2013, tidak menjelaskan mengapa mereka menghentikan operasi di Abu Dhabi, namun mengatakan langkah itu bersifat 'sementara.'

Sebuah surat kabar Arab, The National, melaporkan bahwa sepanjang akhir pekan lalu, aparat menangkap setidaknya 50 sopir.

Laporan The National mengutip sebuah sumber industri mengatakan terjadi kebingungan tentang mengapa para sopir itu ditahan.

Dalam sebuah pernyataan, Uber mengatakan: "Ini merupakan penghentian sementara dan kami akan mengabari Anda kalau ada perkembangan lebih lanjut."

Baik Careem mau pun Uber mengatakan bahwa di kota Dubai, kedua perusahaan beroperasi seperti biasa.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption DI Indonesia, penentangan terhadap Uber ditandai dengan pemogokan masal taksi beberapa waktu lalu.

Uber telah melakukan investasi besar-besaran di Timur Tengah, dan baru-baru ini mendapat suntikan dana $3.5 miliar (sekitar Rp465 triliun) dari Dana Investasi Umum Arab Saudi.

Namun ekspansi internasional perusahaan itu mendapat ganjalan hukum di sana-sini, termasuk di Indoensia.

Hak atas foto Reuters
Image caption Belum jelas, mengapa operasi di Abu Dhabi dihentikan sementara.

Di Inggris dua pengemudinya menuntut perusahaan ke pengadilan perburuhan, dengan alasan bahwa mereka harus mendapatkan hari libur dan tunjangan sakit.

Di Taiwan Uber terancam dilarang, setelah dituding bahwa perusahaan itu tidak beroperasi secara sah

Di Indonesia, Uber harus memenuhi syarat-syarat tambahan agar bisa beroperasi secara legal, setelah sebelumnya terjadi demonstrasi besar-besaran dari sopir-sopir taksi reguler.

Berita terkait