Amankah mengonsumsi makanan kedaluwarsa?

Hak atas foto BBC INDONESIA

Percakapan di media sosial menghangat seputar dugaan penggunaan bahan kedaluwarsa oleh Pizza Hut dan Marugame, setelah BBC Indonesia dan Tempo menerbitkan laporan tentang dugaan praktik itu - salah satu hal yang didiskusikan termasuk tentang aman tidaknya mengkonsumsi makanan yang sudah lewat waktu.

Baik Pizza Hut dan Marugame telah membantah tuduhan terkait penggunaan bahan kedaluwarsa dan menyatakan produknya aman dikonsumsi.

Kata kunci 'Marugame' dan 'Pizza Hut' disebut dalam lebih dari 10.000 kicauan berbahasa Indonesia di Twitter dalam tiga hari terakhir didominasi oleh pro dan kontra. Di Facebook, perbincangan juga mengarah pada pertanyaan apakah makanan kedaluwarsa aman dikonsumsi.

Tetapi praktik perpanjangan masa simpan, jika benar dilakukan, merupakan pelanggaran hukum, kata Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Suratmono.

Sejumlah opini melalui Facebook BBC Indonesia termasuk Hindami Kartika yang berpendapat, "Selama makanan yang kamu makan tidak ada efeknya hingga minggu-minggu berikutnya, gak ada salahnya makan."

Komentar lain dari Fariz Adrian Paulana yang menulis, "Setahu saya, memang masa kedaluwarsa makanan pabrik itu ditulis tiga bulan lebih cepat dari seharusnya."

Ada pula yang menyampaikan poin perbedaan istilah 'baik sebelum' (best before) dan kedaluwarsa 'expiry date'.

"Best Before 12/Jan/17, artinya rasanya masih akan terbaik, ternikmat. Exp Date 12/Jan/17, makanan ini sudah tidak layak di konsumsi setelah tanggal 12/Jan/17," kata satu pengguna.

Apakah makanan kedaluwarsa dapat dikonsumsi?

Terlepas dari kasus Pizza Hut dan Marugame, BBC Indonesia bertanya pada ahli teknologi pangan IPB, Purwiyatno Hariyadi terkait perbedaan istilah ini dan apakah memakan makanan kedaluwarsa bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Dia mengatakan bahwa istilah kedaluwarsa (expiry date) dan baik sebelum (best before) sebetulnya memiliki arti yang sama, yaitu standar yang ditetapkan industri terkait makanan yang diproduksi.

Standar ini diterapkan berbeda-beda tergantung keinginan perusahaan asalkan tidak melanggar batas bawah yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Expiry itu berkenaan dengan keamanan pangan, apakah ada kemungkinan tumbuh bakteri dan berisiko dikonsumsi. Sedangkan best before ukurannya dari sensori apakah warna atau tekstur misalnya berubah," katanya.

Purwiyatno mengatakan mengkonsumsi makanan kedaluwarsa tidak melulu berdampak pada kesehatan. "Bisa ya dan bisa tidak (tergantung standar apa yang ditetapkan industri tersebut). Yang jelas tidak boleh adalah menjual barang-barang yang sudah kedaluwarsa."

Beberapa artikel termasuk di BBC menyebut memang ada beberapa tipe makanan yang bisa dikonsumsi setelah masa jual berakhir.

Tetapi, Purwiyanto mengatakan bahwa sebaiknya konsumen tetap berhati-hati terhadap masa kedaluwarsa karena konsumen tidak mengetahui standar seperti apa yang menjadi patokan sebuah perusahaan.

Sementara itu, pakar pangan dan gizi Indah Eprilianti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya mengatakan memang ada beberapa makanan terutama olahan kering seperti mie atau wafer polos yang bisa aman dikonsumsi setelah lebih dari satu bulan, tetapi tetap saja memiliki risiko walau kecil.

"(Sedangkan) kalau makanan itu punya kandungan air tinggi, lemak tinggi, anti-oksidan tinggi sebaiknya jangan konsumsi setelah lewat masa kedarluwasa," katanya.

Pengetahuan masyarakat terkait 'membaca label kemasan' yang masih rendah menjadi salah satu alasan mengapa Indah menyarankan masyarakat untuk tidak mengkonsumsi produk yang kedarluwasa.

Kembali ke sosial media, di tengah pro kontra, sebagian pengguna mengatakan lebih baik beli makanan segar saja.

"Nggak apa-apa yang mau belain makan silahkan, yang mau beralih silahkan, saya mah makan nasi pecel buatan mak Ijah, tetangga sebelah, seger," kata Rizka Faisal.

"Mending masak sendiri di rumah, bawa bekal kalau kemana-mana," kata Henny Nonie Muliawati.

Berita terkait