Ubin kuno Yahudi berhasil disusun kembali di Jerusalem

Ubin kuno Yahudi Hak atas foto AFP
Image caption Ubin disusun dari keping-keping yang ditemukan dari Bukit Bait Suci atau Haram al-Sharif.

Para arkeolog di Jerusalem menyatakan untuk pertama kali berhasil menyusun kembali ubin yang digunakan dalam kuil kuno Yahudi, Bait Suci Kedua.

Mereka menggunakan keping-keping yang ditemukan dalam berton-ton puing yang digali dari Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang disebut Haram al-Sharif oleh umat Islam.

Ubin yang direkonstruksi itu disebutkan berasal dari masa Bait Suci Kedua pada pemerintahan Raja Herodes sekitar 2.000 tahun lalu.

Bait Suci Kedua dihancurkan oleh orang Romawi tahun 70 Masehi ketika terjadi pemberontakan umat Yahudi.

Sekitar 600 keping dari batu berwarna berhasil ditemukan sejak para arkeolog mulai melakukan penelitian tahun 2004 dalam Proyek Bukit Bait Suci.

Hak atas foto AFP
Image caption Setiap tahun ribuan orang datang untuk ikut serta dalam Proyek Bukit Bait Suci.

Dataran tempat Bait Suci terletak adalah lokasi paling suci bagi umat Yahudi sedang bagi umat Islam merupakan tempat Nabi Muhammad naik ke surga, sebagai tempat paling suci ketiga bagi Islam.

Dengan menyatukan keping-keping yang ditemukan, para ahli bisa mendapat gambaran tentang kemegahan dari lantai Bait Suci Kedua, menurut Dr Gabriel Barkay dari The Temple Mount Sifting Project.

Proyek Bukit Bait Suci dimulai para ahli arkeolog Israel tahun 2005 untuk mengkaji puing-puing galian ketika otorita Islam memperluas masjid di bawah tanah di kawasan suci tersebut.

Setiap tahunnya, proyek ini menarik kedatangan ribuan pengunjung yang bisa ikut berapartisipasi mencari temuan-temuan di balik tumpukan puing.

Sejauh ini antara lain ditemukan beberapa peninggalan koin, keping keramik, maupun tulang belulang binatang.

Berita terkait