Facebook dituduh menyensor foto dari masa Perang Vietnam

Facebook Norwegia Hak atas foto AP
Image caption Surat kabar Afterposten menuduh Facebook menyalahgunakan kekuasaan editorial mereka.

Facebook menghadapi tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dengan berulangkali menghapus salah satu gambar paling terkenal dari Perang Vietnam - gambar seorang anak perempuan yang lari dari serangan bom Napalm.

Surat kabar Norwegia, Aftenposten, mengatakan perusahaan teknologi itu telah membatasi kebebasan informasi karena ketidakmampuan mereka membedakan antara pornografi anak dengan foto bersejarah.

Surat kabar tersebut telah menggunakan gambar terkenal itu untuk melaporkan keputusan Facebook menghentikan akun seorang penulis Norwegia beberapa pekan lalu karena menggunakan foto tersebut.

Sejak itu, banyak warga Norwegia yang protes kepada Facebook dengan memajang foto itu di laman mereka dan Facebook terus menghapusnya.

Hak atas foto AP
Image caption Foto bersejarah 'Napalm Girl' ini terus menerus dihapus oleh Facebook.

Puncaknya adalah ketika Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg, ikut serta dalam protes dengan memasang foto itu hari Jumat (09/09), dan lagi-lagi Facebook menghapusnya.

"Dengan menghapus gambar seperti itu, apapun niat baik mereka, itu adalah upaya untuk melakukan penyuntingan terhadap sejarah kita bersama," kata Solberg kepada kantor berita Norwegia, NTB.

Dalam pernyataan dari kantor Facebook di Eropa, perusahaan tersebut menjawab bahwa "sulit untuk membedakan antara satu foto seorang gadis kecil telanjang dengan foto lainnya."

Gadis kecil dalam foto bersejarah itu adalah Kim Phuc, yang telanjang dan berlari ketika bom Napalm melelehkan lapisan kulitnya.

Surat kabar Aftenposten kemudian menerbitkan surat terbuka kepada pendiri Facebook Mark Zuckenberg di situs online mereka, dimana pemimpin redaksi Espen Egil Hansen menuduh raksasa media sosial itu menyalahgunakan kekuasaan.

Berita terkait