Sidang Jessica 'gaduh', hakim, jaksa dan pengacara akan dilaporkan

jessica wongso dalam persidangan 12 Juli lalu Hak atas foto Reuters
Image caption Jessica Wongso didakwa membunuh rekannya dengan sianida.

Sidang Jessica Kumala Wongso, yang dituduh membunuh rekannya I Wayan Mirna Salihin dengan menggunakan racun sianida, sejauh ini berjalan 'gaduh' dan 'tidak menjamin azas praduga tak bersalah', menurut direktur Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), Jakarta.

Tiga hakim yang memimpin jalannya sidang dilaporkan ke Komisi Yudisial Senin (19/09) sementara jaksa penuntut umum serta pengacara Jessica akan dilaporkan masing-masing ke Komisi Kejaksaan dan Dewan Kehormatan Advokat dalam beberapa hari ini, kata Simon Fernando, direktur PBHI Jakarta.

Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang disiarkan secara langsung oleh beberapa televisi Indonesia dilanjutkan Senin ini dengan mendengarkan saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum Jessica.

"(Setelah melaporkan hakim), jaksa, penasehat hukum akan dilaporkan semuanya termasuk penyidik. (Sidang) yang kami tonton yang disiarkan secara masif itu memalukan negara," kata Simon kepada BBC Indonesia.

Simon mengangkat contoh kegaduhan yang dibiarkan hakim antara lain 'membiarkan ucapan jaksa penuntut umum serta penasehat hukum Jessica' serta 'mantan menteri yang masuk ruang sidang'.

Simon mengacu pada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang muncul di pengadilan Kamis (15/09), yang masuk ke ruang sidang yang saat itu tengah mendengarkan keterangan saksi ahli digital forensik.

'Tak mengarahkan, mengintimidasi dan membatasi'

Hak atas foto Reuters
Image caption Jessica dan pengacaranya Otto Hasiabuan dalam sidang 12 Juli lalu.

Sidang Jessica di Twitter dikicaukan lebih dari 3.000 kali Senin (19/09) dengan komentar yang antara lain menyindir siaran langsung yang terlalu lama.

Akun atas nama Bang Omed misalnya menulis, "Cinta Fitri, TBNH sama uttaran tepok tangan lihat sidang Jessica yang panjangnya hampir sama kayak sinetron," mengacu pada nama-nama sinetron.

Pengguna lain @TitoKlasik menulis, "Menjelang kick off sidang jessica episode kesekian, seko tangi turu tekan arep turu meneh (dari bangun tidur sampai mau tidur lagi)," dan Yahya Waloni yang menulis dengan sindiran, "WARTAWAN: Pak disana ada rakyat mati kelaparan -BOS MEDIA: Basi, mending ente liput sidang Jessica/Mirna. Iklannya lebih gede."

Simon Fernando menyatakan keputusan Komisi Yudisial kemungkinan akan keluar setelah ada vonis tentang Jessica kecuali 'bila ada bukti nyata terjadi keberpihakan dalam sidang'.

"Yang kami pertanyakan adalah apakah hakim telah melaksanakan, mengupayakan sidang berjalan dengan tertib dan tenang dan apakah telah memberi kesempatan seluasnya kepada para pihak JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan terdakwa serta mengontrol para pihak sesuai dengan hukum acara, dan tak mengarahkan, mengintimidasi dan membatasi," kata Simon.

Bulan lalu,Komisi Penyiaran Indonesia mengatakan beberapa stasiun televisi 'berpotensi mengabaikan prinsip praduga tak bersalah, melakukan penggiringan opini publik, serta penghakiman' terkait penyiaran tentang persidangan kasus pembunuhan Mirna.

Berita terkait