'Mengapa saya tinggalkan Inggris untuk melawan ISIS'

Alan Duncan
Image caption Alan Duncan bertempur bersama pejuang Pashmerga di satu garis depan di Mosul, Irak utara.

Sudah dua tahun ini Alan Duncan berada di garis depan di Mosul, Irak utara, untuk berhadapan langsung dengan para pejuang kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Duncan berasal dari Skotlandia, Inggris, dan menyebut dirinya relawan.

Ia memutuskan berangkat ke Irak karena merasa dunia tak berbuat cukup untuk menumpas ISIS, yang ia sebut tengah berupaya menghancurkan kemanusiaan.

"Saya muak. Muak dengan masyarakat internasional yang tak mengambil tindakan. Apa yang saya lakukan adalah sumbangan kecil dari saya," kata Duncan.

Ketika ditemui wartawan BBC Orla Guerin, Duncan berada di balik karung-karung pasir bersama para pejuang Pashmerga dari Kurdi. Posisi mereka sekitar satu kilometer dari wilayah yang dikuasai milisi ISIS.

Beberapa di antaranya bersiaga dengan senjata laras panjang, mengarahkan tembakan ke posisi ISIS.

"Kontribusi saya tak berarti. Para pejuang Pashmerga inilah yang patut mendapat pujian atas upaya mereka," kata Duncan.

ISIS 'ingin kuasai Eropa'

Image caption Duncan tak ingat lagi berapa milisi ISIS yang dibunuhnya.

Ada motivasi lain yang mendorong Duncan meninggalkan Skotlandia untuk bergabung dengan kekuatan anti-ISIS di Irak utara.

"Ini adalah perang antara Barat dan ISIS. Kalau ada yang bilang ini bukan perang Barat, berarti dia tak memahami situasi," kata Duncan.

Ia mengatakan bahwa ISIS 'ingin menaklukkan Eropa setelah menguasai kawasan Timur Tengah'.

"Kalau itu terjadi, akan muncul kejadian-kejadian yang jauh lebih buruk dibandingkan yang terjadi di Paris dan Nice," kata Duncan mengacu ke serangan teroris yang terjadi belum lama ini di dua kota di Prancis.

Dalam pandangan Duncan, perang melawan ISIS adalah perang melawan kelompok yang ingin menghancurkan kemanusiaan.

"Lihat saja berapa banyak warga di sini yang harus meninggalkan desa-desa mereka karena sekarang dikuasai ISIS. Kami ingin warga ini bisa kembali ke desa mereka. Ini soal kemanusiaan, bukan soal agama," katanya.

Duncan tak ingat lagi berapa milisi ISIS yang ia bunuh.

"Saya tak memikirkannya... mereka tak ada artinya," kata Duncan.

Berita terkait