Siapa ‘influencer’ media sosial yang dukung Ahok, Anies, atau Agus?

Hak atas foto getty

Belum sampai seminggu sejak seluruh nama pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta diumumkan ke publik, mereka yang sering disebut sebagai ‘influencer’ di media sosial, mulai terang-terangan menunjukkan dukungan terhadap masing-masing pasangan calon.

Sebut saja penulis dan motivator Rene Suhardono lewat akun Twitternya @ReneCC, yang memperlihatkan sokongan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Akun dengan lebih 150.000 pengikut itu mencuit bahwa Anies mampu memimpin Jakarta, “dan dia bisa menggerakkan banyak pihak.”

Hak atas foto Twitter

Namun, dukungan paling masif terhadap Anies, tampak dari cuit-cuitan penyiar dan komedian terkenal Pandji Pragiwaksono, yang akun Twitternya, @pandji, memiliki lebih 897.000 followers.

Dukungan ini pertama kali diperlihatkan Pandji lewat tulisannya di blog pandji.com yang memaparkan mengapa dia memilih Anies. Cuitan Pandji terkait blog tersebut sekaligus tautannya, telah di-retweet lebih 400 kali, dan di-like lebih 225 kali.

Hak atas foto pandji.com
Image caption Potongan blog Pandji yang memperlihatkan dukungannya kepada Anies Baswedan.

Di salah satu bagian tulisan, Pandji menyebut “Saya akan dukung Mas Anies maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Saya pastikan ini akan menjadi perjuangan paling berat seumur hidup saya terjun ke dalam politik praktis.”

Tulisan Pandji ini mendulang respons beragam dari netizen. Citta Nandini dengan akun Twitter @cittanandini menyebut tulisan Pandji membuatnya “jadi bimbang” menentukan cagub-cawagub pilihannya.

Sementara akun @Deda_Pistolero menyatakan meskipun senang dengan pernyataan-pernyataan si penulis, dia tetap “tidak suka” Anies Baswedan.

Hak atas foto Twitter
Hak atas foto Twitter

Salah satu kritikan paling keras terhadap Pandji dilontarkan pendukung terang-terangan pasangan Ahok-Djarot, Mohamad Guntur Romli, yang akunnya, @GunRomli memiliki lebih 92.000 pengikut.

Di salah satu cuitannya, Guntur menyebut Pandji sekarang “sudah satu barisan dengan Jonru”, yang dikenal netizen sebagai haters Jokowi dan Ahok, dan pendukung Prabowo pada pilpres 2014.

Seperti diketahui, Anies-Sandiaga turut diusung Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo. Sementara saat pilpres, Pandji berada di pihak Jokowi.

Hak atas foto Twitter

Guntur pun mencuit bahwa Ahok-Djarot layak dipilih karena “telah bekerja nyata” saat memimpin DKI Jakarta.

Hak atas foto Twitter

Sementara itu, komposer musik Addie MS ikut memperlihatkan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot. Terbukti, cuitannya tentang simpatinya terhadap Ahok, di akunnya @addiems yang punya lebih satu juta pengikut, telah di-retweet lebih 100 kali.

Agus 'unggul' di media online

Berbeda dengan dua saingannya, pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, tampak belum memiliki pendukung ‘influencer’ di media sosial.

Padahal, menurut Rustika Herlambang, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, cuitan influencer di media sosial tersebut “akan berpengaruh, karena di media sosial orang bisa membentuk persepsi.”

Dijelaskannya lagi, “Jika ‘kebenaran’ didesakkan terus menerus oleh pemilik akun, maka bisa saja akan mempengaruhi pilihan (followersnya).”

Hak atas foto Indonesia Indicator
Image caption Di media sosial seminggu terakhir, Ahok-Djarot mendominasi percakapan.

Berdasarkan data Indonesia Indicator seminggu terakhir, cuitan terkait Agus di media sosial memang tidak begitu besar, persentasenya 20%. Namun, itu lebih tinggi dari Anies, 11%, dan jauh lebih rendah dibandingkan Ahok yang mencapai 69%.

“Dan dari sistem kita, itu semua cuitan organik. Sampai hari ini kami tidak menemukan 'akun robot'. Jika adapun, itu jumlahnya sangat kecil, hanya 2%.”

Namun, Rustika menekankan, banyaknya cuitan di media sosial, ‘tidak terlalu berpengaruh’ pada kemenangan pasangan calon saat pemilu atau pilkada berlangsung. Dia mencontohkan seperti apa yang terjadi saat pilpres 2014.

“Yang mendekati suara sebenarnya itu adalah eksposur di media online. Waktu pilpres 2014, Jokowi di media sosial dibicarakan 80%, sementara di media online, 52,3% (mendekati hasil hitung KPU).”

Hak atas foto Indonesia Indicator
Image caption Pasangan Agus-Sylviana mendominasi media online sepekan terakhir.

Dan menariknya, di media online selama seminggu terakhir, Agus-lah yang unggul. Rustika memaparkan eksposure terhadap anak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dalam seminggu terakhir mencapai 43%. Meninggalkan Anies-Sandiaga dengan 29%, dan Ahok-Djarot 28%.

Hal ini turut dirasakan pengamat politik Yunarto Wijaya, yang di akun Twitter-nya mencuit bahwa gaung Agus sebagai penantang incumbent, lebih kuat dibandingkan gaung Anies’.

Hak atas foto Twitter

Yunarto mengungkapkan derasnya ekspos di media online ini karena Agus “memiliki efek kejut yang lebih banyak dibandingkan pasangan lain. Agus ini betul-betul baru di antara ketiga pasangan calon.”

“Orang tidak menyangka dia berhenti dari militer. Orang tidak menyangka dia akan dimajukan di kancah politik dalam waktu cepat. Orang tidak menyangka SBY mencalonkan anaknya sendiri. Efek kejut ini membedakan Agus dibandingkan yang lain,” papar Yunarto.

Hak atas foto Getty
Image caption Agus Yudhoyono bersama sang istri, Annisa Pohan.

Ditambahkannya, kini tinggal bagaimana Agus bisa mempertahankan ketertarikan masyarakat itu. “Dia harus jadi diri sendiri, tidak sekedar anak SBY. Dia harus memanfaatkan Sylviana untuk cepat-cepat memoles Agus agar bisa bicara Jakarta, bukan hanya bicara tentang dirinya sendiri.”

Karena, seperti yang dipaparkan Rustika Herlambang, “Kandidat yang memiliki ekspos popularitas tertinggi dalam jangka waktu tiga bulan berturut-turut menjelang pencoblosan, itu berpotensi menang.”

Berita terkait