Aktor Ben Stiller mengaku pernah mengidap kanker prostat

Ben Stiller Hak atas foto Getty

Aktor Hollywood Ben Stiller mengungkap bahwa ia pernah mengidap kanker prostat, tetapi kini telah sembuh.

Bintang film Zoolander itu didiagnosis memiliki tumor pada 2014.

Stiller mengatakan, ia ingin berbagi ceritanya dalam rangka mendukung uji kontroversial yang menyelamatkan nyawanya.

Dalam sebuah artikel di situs Medium, ia menggambarkan momen ketika mendapat diagnosis, “Seperti Walter White, kecuali bahwa ini saya, dan tak ada yang merekam dengan kamera.”

Walter White ialah tokoh yang didiagnosis dengan kanker lalu beralih profesi dari guru SMA menjadi bandar narkotika dalam serial televisi Breaking Bad.

Stiller menulis, "Saya didiagnosis dengan kanker prostat pada Jumat, 13 Juni 2014. Pada 17 September tahun yang sama, hasil uji menunjukkan bahwa saya bebas kanker.

“Selang tiga bulan itu bagaikan pengalaman gila naik roller coaster yang juga dirasakan 180.000 pria di Amerika setiap.”

Hak atas foto Getty
Image caption Ben Stiller menyerahkan petisi yang mendukung pengungsi ke Sekretaris-Jenderal PBB di New York bulan lalu.

Stiller mengaku beruntung karena dokter penyakit dalam (internis) yang menanganinya menyarankan tes yang seharusnya tidak ia ambil.

“Tes PSA (prostate-specific antigen) menyelamatkan nyawa saya. Karena itulah saya membuat tulisan ini.”

Badan kesehatan nasional Inggris National Health Service (NHS) mengatakan, tes PSA kontroversial karena “tak bisa diandalkan” dan “dapat mendeteksi kanker prostat meski tidak ada kanker (hasil positif-palsu)”.

NHS juga mengatakan, kendati dapat mendeteksi kanker prostat agresif yang butuh perawatan, tes PSA juga dapat menemukan kanker yang tumbuh dengan lambat dan mungkin tak akan menimbulkan gejala atau memperpendek usia seseorang.

Hak atas foto Getty
Image caption Stiller bersama istrinya, Christine Taylor. Mereka berumah tangga sejak tahun 2000.

“Hal terpenting bagi saya: saya cukup beruntung punya seorang internis yang memberi saya apa yang disebut tes PSA ‘dasar’ ketika usia saya 46,” tulis Stiller.

“Jika ia menunggu hingga saya 50 tahun, seperti yang direkomendasikan American Cancer Society, saya tak akan tahu saya punya tumor hingga dua tahun setelah saya dirawat.

“(dan) Jika ia mengikuti pedoman US Preventice Services Task Force, saya mungkin tak akan pernah dites, dan tak akan tahu saya punya kanker sampai terlambat diobati.”

Sang aktor mengatakan tes PSA dikritik karena dapat berujung pada 'perawatan-berlebih' yang tidak perlu, tetapi menurutnya kaum pria setidaknya perlu diberi pilihan sehingga mereka punya peluang untuk dideteksi lebih awal.

Berita terkait