Dua dari 10 pesawat presiden Nigeria akan dijual

Presiden Muhammadu Buhari Hak atas foto Getty
Image caption Saat ini Presiden Nigeria memiliki 10 pesawat.

Nigeria akan menjual dua dari 10 pesawat presiden sebagai upaya untuk 'mengurangi sampah', seperti dijelaskan juru bicara Presiden Muhammadu Buhari.

Iklan untuk penjualan jet eksekutif Falcon 7X dan Hawker 4000 akan diterbitkan di koran-koran, kata Garba Shehu.

Ditambahkannya bahwa beberapa pesawat presiden lainnya juga akan diserahkan kepada Angkatan Udara Nigeria untuk meningkatkan operasinya.

Nigeria merupakan salah satu kekuatan ekonomi baru di kawasan Afrika namun saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi yang terburuk dalam beberapa tahun belakangan, yang dipicu oleh anjloknya harga minyak dunia.

Dalam pesan di Facebook, Shehu mengatakan perampingan armada pesawat presiden merupakan salah satu tema kampanye Buhari sebelum terpilih menjadi presiden tahun lalu.

"Langkah ini masih belum selesai," tegas Shehu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Air Force One untuk presiden AS amat jarang mendapat kecaman.

Wartawan BBC di Abuja -ibu kota Nigeria- Naziru Mikailu melaporkan penjualan pesawat akan ditawarkan dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan bukan mata uang Nigeria, Naira.

Perekonomian Nigeria berada dalam krisis mengingat minyak menyumbang sampai 70% bagi pendapatan negara sementara harga minyak dunia merosot tajam.

Langkah perampingan armada pesawat Presiden Buhari ditempuh sementara Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, tahun lalu dikritik karena merencanakan untuk membeli pesawat mewah senilai 4 miliar Rand atau sekitar Rp3 triliun.

Sedangkan Raja Mswati dari Swaziland ingin memiliki pesawat pribadi yang kedua.

Bagaimanapun Presiden Malawai, Joice Banda, tahun 2013 lalu memutuskan untuk melelang pesawat resmi kepresidenan dan berjanji untuk menumpang pesawat pribadi pemimpin negara lain.

Pesawat khusus Presiden Amerika Serikat, yang disebut Air Force One, sepertinya tidak pernah mendapat kecaman.

Berita terkait