Ketika komentar cabul dan kebijakan ‘tolak Muslim’ Trump jadi pembicaraan netizen Indonesia

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Debat kedua calon-presiden Amerika Serikat, Donald Trump-Hillary Clinton, berlangsung panas.

Netizen Indonesia pun ternyata ramai membicarakannya. Terutama terkait isu komentar cabul Donald Trump dan pendapat kedua kandidat terkait Islam dan pengungsi dari negara-negara Timur Tengah.

Ramainya pembicaraan pengguna media sosial ini terlihat dari banyaknya komentar di Facebook.

Sementara di Twitter, hashtag #Debate sempat trending. Berdasarkan data Spredfast, dalam satu setengah jam, tercatat ada 7.500 cuitan berbahasa Indonesia yang membahas debat capres itu.

Banyaknya komentar pada Senin (10/10) pagi tersebut dirasakan oleh pengguna Twitter Jerry Roring. Lewat akun Twitter-nya, @jrryror, dia berujar, “Senin pagi biasanya timeline sepi. Sekarang ramai banget. Oh, ada #Debate.”

Meskipun begitu tidak sedikit netizen yang merasa kecewa, karena debat dinilai ‘terlalu fokus’ menyerang pribadi masing-masing calon.

Hak atas foto Twitter

Pada awal debat, Trump dipertanyakan sikapnya terkait sebuah rekaman audio dari tahun 2005, yang bocor.

Pada rekaman itu Trump mengungkapkan keinginannya untuk “mencium” dan “meniduri” seorang perempuan yang sudah menikah. Padahal waktu itu Trump baru saja menikahi Melania Trump.

Hak atas foto AFP
Image caption Trump mengaku merasa malu atas komentar cabulnya.

Dalam debat, Trump mengaku “tidak bangga” dan “malu” dengan ucapannya itu. Meskipun begitu, dia menegaskan perbincangan itu "hanyalah" “perbincangan dua lelaki di kamar ganti”.

Netizen dengan akun @nangdin mencuit “#bosan”, “Debat capres Amerika hari ini dimulai dengan saling serang masalah personal, bukan menjual program.”

Hak atas foto Twitter

Serangan terhadapnya terkait skandal ‘omongan cabul’ ini dimanfaatkan Trump untuk menyerang sang saingan, Hillary Clinton.

Trump menuding suami Hillary, mantan presiden AS, Bill Clinton, melakukan tindakan yang jauh lebih buruk daripada "bicara cabul" dengan melakukan pelecehan seksual setidaknya kepada tiga perempuan.

Hak atas foto Facebook

Di Facebook, Ade Hartati menyebut “Trump tidak bisa memisahkan Hillary sebagai individu dan Hillary sebagai istri Clinton. Sehingga serangan yang seharusnya ditempatkan pada Bill Clinton berimbas pada Hillary.

Akan berbeda jika dilakukan politisi laki-laki yang akan dianggap sebagai pribadi utuh.”

Islam dan pengungsi

Ketika debat terus berlanjut, isu yang dibahas mulai beragam.

Salah satu yang paling mendapat komentar dari pengguna media sosial Indonesia adalah terkait kebijakan Trump yang akan ‘melarang’ imigran Muslim masuk ke Amerika karena “kita tidak tahu sama sekali siapa mereka, apakah mereka cinta dengan negara ini.”

Hal ini dituturkan cukup panjang oleh akun Facebook Al Mu’mi Ayat Siji.

Dia menceritakan ulang bagaimana dalam debat, seorang Muslimah mempertanyakan kepada Trump, apa yang akan Trump katakan kepada Muslimah sepertinya, “yang khawatir melonjaknya Islamofobia atau sikap anti-Islam Pascapemilu.”

Hak atas foto Facebook

Trump menjawab, “Umat Muslim harus melaporkan jika ada ungkapan atau perbuatan kebencian.

Muslim harus melaporkan jika ada masalah yang terjadi. Kalau mereka tidak melakukan itu, berarti ada masalah di negara ini.”

Sementara Hillary menegaskan bahwa “Amerika adalah tempat bagi semua orang”. Dia mengklaim “Muslim sudah ada di Amerika sejak era George Washington... Dan kita baru saja kehilangan salah satu Muslim paling terkenal, Muhammad Ali.”

Jawaban Hillary itu mendapat komentar di Twitter oleh Iwan, lewat akun @iwankecil. “Debat capres Amrik, jawaban Hillary tentang Muslim lebih menarik daripada Donald”.

Hak atas foto Twitter

Sementara di Facebook, Nareswari menyebut meskipun Hillary dinilainya ‘lebih perhatian kepada Muslim di Amerika dibandingkan Donald Trump’, tetapi “kemungkinan kecil Muslim memilih Hillary dalam pilpres sebab dalam Islam kaum perempuan dilarang memimpin.”

Hak atas foto Facebook

Walau materi debat cukup banyak dibicarakan di dunia maya, tidak sedikit pula yang hanya ‘sekedar meramaikan’ komentar di medsos terkait debat. Misalnya akun Twitter @faux. “Kalau jujur sih, yang gue tunggu dari debat capres ini cuma... nilai tukar dollar setelahnya.”

Hak atas foto Twitter

Berdasarkan hasil polling, debat kedua ini dimenangkan oleh Hillary Clinton. CNN menyebut Hillary unggul dengan 57% suara, sementara Trump 34%. Hal sejalan ditunjukkan oleh hasil riset YouGov; Hillary memuncaki poling dengan 47% suara, dan Trump 42%.

Debat selanjutnya yang merupakan debat capres terakhir, akan berlangsung akhir Oktober ini.

Berita terkait