Tumbukan asteroid musnahkan dinosaurus?

asteroid Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Lukisan dinosaurus Titanosaurus di depan tsunami akibat tumbukan asteroid.

Para ilmuwan menemukan informasi baru yang menarik terkait bencana lingkungan yang disebabkan tumbukan asteroid pada Bumi sekitar 66 juta tahun lalu.

Mereka menemukan bahwa kehidupan kembali normal dengan cukup cepat setelah terjadi tumbukan benda angkasa luar yang diduga banyak pihak memusnahkan dinosaurus tersebut.

Para peneliti memeriksa batu dari kawah raksasa selebar 100km dan sedalam 30km yang membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai Teluk Meksiko.

Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Lukisan tumbukan asteroid pada bumi 66 juta tahun lalu yang menciptakan kawah Chicxulub, Semenanjung Yucatan, Meksiko.

Mereka menemukan organisme kecil ternyata dapat berevolusi hanya dalam waktu ribuan tahun pertama setelah peristiwa tersebut.

Professsor Joanna Morgan dari Imperial College, London yang merupakan salah satu pimpinan proyek penelitian mengatakan batu yang ditemukan sangat berbeda dengan yang ada di bagian lain dunia.

"Batu ini sangat aneh, batu yang membentuk hal ini, dinamakan cincin puncak, mereka sangat, sangat (mewakili) apa yang kami namakan 'shocked', tekanan kejutan puluhan gigapascal merusak batu dalam cara yang dinamakan 'metamorfisma kejutan'; (batu) sangat terpecah-pecah, sehingga tersebar pada jarak yang berjauhan, sangat berpori, jadi meskipun terbuat dari batu sejenis granit, sangat berbeda dengan yang lainnya, (sangat berbeda dengan ) jenis batu granit manapun yang kami lihat di dunia," kata Prof. Morgan.

Pada saat itu puing asteroid diduga keras melontar ke langit, membuat iklim membeku selama berbulan-bulan dan memusnahkan bukan hanya dinosaurus tetapi juga hal-hal lain, lapor wartawan BBC Jonathan Amos.

Para peneliti memperkirakan peristiwa ini dapat dipakai untuk mengetahui evolusi yang terjadi pada kejadian yang menghapuskan hampir semua bentuk kehidupan di dunia.

Berita terkait