Pemuka Jainisme mengatakan 'banyak anak berpuasa berhari-hari'

Aradhana Samdariya Hak atas foto bb
Image caption Aradhana Samdariya, anak yang berusia 13 tahun meninggal setelah berpuasa selama 68 hari.

Para anggota komunitas Jainisme di India mengatakan 19 anak dari komunitas tersebut melaksanakan puasa selama 'berhari-hari' dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pernyataan tersebut muncul setelah kematian anak perempuan berusia 13 tahun pada minggu lalu setelah berpuasa selama 68 hari.

Orang tua Aradhana Samdariya bersikeras menyatakan putrinya berpuasa karena kehendaknya sendiri dengan mengikuti apa yang diajarkan agama Jainisme, salah satu agama tertua di dunia.

Kasus tersebut menimbulkan perdebatan tentang praktik berpuasa di India.

Juru bicara polisi mengatakan orang tua Samdariya tercatat 'bersalah' atas kasus tersebut, setelah sebuah organisasi perlindungan anak mengajukan keluhan.

Hak atas foto AP
Image caption Pemeluk Jainisme sedang mendengarkan pidato biksu mereka, Ravindra Muniji, yang menjelaskan kepada media tentang pelaksanaan ritual puasa.

Sebagai tanggapannya, sebanyak 640 anggota terkemuka di komunitas tersebut mengirim daftar nama anak-anak yang berpuasa beserta foto-foto mereka kepada polisi.

"Kami memberikan surat keterangan tentang anak-anak (yang berpuasa) hanya untuk membuktikan praktik puasa ada di dalam Jainisme," kata Vinod Kimtee, sekretaris dari Sri Jain Seva Sangh di Hyderabad.

"Semua anak (yang ada di dalam daftar) adalah contoh bahwa mereka berusia lebih muda daripada Aradhana dan mereka baik-baik saja untuk berpuasa selama berhari-hari."

Dalam daftar tersebut tertulis empat anak, termasuk dua saudara kandung, yang melaksanakan puasa berkisar 68 sampai 83 hari, di kota bagian barat Ahmedabad sejak 2013.

Hak atas foto AFP
Image caption Para biarawati Jainisme dalam upacara keagamaan. Puasa berhari-hari termasuk ritual agama yang dilakukan pemeluk Jainisme.

Ayah Samdariya mengatakan dia sudah meminta putrinya untuk berhenti berpuasa setelah 35 hari, "Karena dia sudah memecahkan rekor puasanya selama 34 hari yang dia lakukan tahun lalu."

"Tapi, dia bersikukuh dia bisa meneruskannya sampai 68 hari. Setiap hari tergantung pada kesehatan dan ketekadannya, izin untuk melanjutkan puasa diminta dari guru kami di Chennai," kata Laxmichand Samdariya.

Pengusaha di Hyderabad, Narender Surana, mengatakan keliru jika hanya menyalahkan keluarga tersebut atas tragedi yang terjadi.

"Masyarakat dan sistem yang bersalah, juga karena banyak keluarga yang ingin pamer bahwa mereka lebih agamawi dibandingkan yang lain," kata Surana.

"Anak-anak gembira sewaktu mereka dipuji untuk berpuasa selama berhari-hari tanpa menyadari risiko terhadap kesehatan mereka," tambahnya.

Topik terkait

Berita terkait