"Tetangga menganjurkan agar saya dibunuh": Kisah perempuan tanpa tangan berjuang agar bisa mandiri
Media playback tidak ada di perangkat Anda

'Tetangga menganjurkan agar saya dibunuh': Kisah perjuangan perempuan tanpa tangan

Banu Akter lahir tanpa kedua tangan. Tetangganya sempat menganjurkan agar dia dibunuh saja karena akan menjadi beban bagi orang tuanya.

Ibunya menolak anjuran itu, tapi dia tidak diajarkan mandiri, bahkan tidak disekolahkan.

Simak juga:

Banu harus belajar berjalan sendiri dan mengandalkan bantuan kepala desa untuk mengantarnya ke sekolah.

Kini, setelah hijrah ke Dhaka, dia berhasil mandiri dengan menjadi penjahit dan pembuat aksesori manik-manik.