Caleg modal minim, niat melayani rakyat atau perbaiki nasib?
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Caleg modal minim, niat melayani rakyat atau perbaiki nasib?

Selalu ada cerita menarik di setiap edisi pemilihan umum. Salah satunya soal para calon legislatif dengan modal minim. Di tahun 2014 lalu misalnya, seorang tukang ojek bernama Abdul Wahid Ibrahim 'nekat' maju menjadi caleg DPRD Kota Manado.

Namun, meski pekerjaan yang tidak menjanjikan penghasilan besar, justru AWI, sapaan akrabnya, mampu lolos menjadi anggota DPRD. Di tahun 2019 ini AWI kembali maju dengan berstatus sebagai caleg petahana.

Simak juga:

Lain halnya dengan Eha Soleha, pedagang kopi keliling di Cilegon ini untuk pertama kalinya maju sebagai caleg DPRD Kota Cilegon.

Seperti apa kisah keduanya di pesta demokrasi tahun ini? Lalu, apakah niat mereka maju di arena demokrasi ini murni ingin melayani rakyat atau justru hanya ingin memperbaiki nasib?

Video diproduksi oleh:

Video Journalist BBC News Indonesia: Dwiki Marta

Broadcast Journalist: Rivan Dwiastono