Menelusuri dugaan pelecehan seksual di UIN Bandung
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Menelusuri dugaan pelecehan seksual di UIN Bandung

Terkuaknya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan tenaga pengajar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), Bandung, Jawa Barat, terhadap beberapa mahasiswi di akhir tahun lalu, mendorong pihak kampus untuk membentuk tim khusus untuk memeriksa kasus itu, tapi komitmen kampus dalam menindak kasus ini diragukan sejumlah pihak.

Kasus dugaan pelecehan seksual di kampus yang terletak di daerah Cibiru itu, terkuak oleh reportase Lembaga Pers Mahasiswa UIN Bandung, Suaka, yang menuliskan setidaknya empat mahasiswi di UIN mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual fisik yang dilakukan oleh tiga dosen berbeda.

Tabloid Suaka edisi April 2018 menuliskan kejadian itu terjadi dalam rentang waktu 2016 hingga 2018.

Simak juga:

Salah satu terduga korban mengatakan pada wartawan BBC News Indonesia, Callistasia Wijaya, bahwa salah satu dosen mengiming-iminginya dengan uang dan jaminan nilai, dengan imbalan hubungan seksual.

"Dia bilang mau membiayai hidup saya, masalah perkuliahan dan nilai aman, asal dia dapat jatah (seks) satu minggu sekali," kata Sandra (bukan nama sebenarnya).

Pihak kampus mengatakan telah membentuk tim investigasi, namun hingga kini kasus tersebut belum tuntas.

Mereka mengklaim masalah ini sulit ditindaklanjuti, karena tidak ada laporan resmi dari korban.

Video produksi: Callistasia Wijaya dan Dwiki Marta.