Polusi udara di Mongolia: Inikah masa depan dunia?
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Polusi udara di Mongolia: Inikah masa depan dunia?

Polusi udara menjadi permasalahan di berbagai kota besar di dunia, namun di Ulaanbaatar, Mongolia, polusi udara sudah mencapai level yang mengkhawatirkan.

Alat pengukur polusi udara yang dipegang wartawan BBC, Stephanie Hegarty, menunjukkan angka 999, padahal batas aman berada di bawah angka 25.

Simak juga:

Perubahan iklim membuat kehidupan para penggembala nomaden di Mongolia semakin sulit. Cuaca ekstrem membuat ternak mereka mati. Imbasnya, para penggembala hijrah ke kota.

Kini nyaris setengah populasi penduduk Mongolia tinggal di ibu kota, Ulaanbaatar.

Kepadatan penduduk di ibu kota menimbulkan masalah baru, terutama di musim dingin.

Penduduk Mongolia terbiasa menghangatkan diri dengan batu bara yang membuat kualitas udara memburuk.

Akibatnya, banyak anak yang terkena gangguan pernapasan. Bahkan dokter mengkhawatirkan terjadinya wabah kanker paru-paru jika pencemaran udara terus terjadi.