Masyarakat adat Dayak Meratus: 'Saya ingin sekali ikut pemilu, asal ada yang membantu atau mendampingi.'
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Masyarakat adat Dayak Meratus: Dilema hak suara para tuna aksara

Terdapat ratusan ribu masyarakat adat Dayak Meratus yang tersebar di sembilan kabupaten di Kalimatan Selatan.

Meski tinggal secara terpencil di pedalaman hutan rimba Pegunungan Meratus, mereka antusias mengikuti pemilu 2019 pada 17 April nanti.

Masalahnya, setengah dari mereka tuna aksara.

Lihat juga:

Liding adalah salah satu masyarakat adat yang belum pernah merasakan pendidikan formal seumur hidupnya. Ia mengungkapkan, "Saya kecewa pada pemerintah, tapi tetap akan ikut dan mendukung pemilu."

Ia berharap bisa mendapatkan pendampingan agar bisa memilih sesuai dengan kata hatinya. Namun harapan tersebut tidak bisa terwujud. Atas dasar asas rahasia, mereka tak boleh didampingi kerabat saat mencoblos di bilik suara.

Imbasnya, niat menitipkan harapan pada calon pemimpin agar mereka keluar dari jerat kemiskinan dan keterasingan pun terancam pupus.

Video produksi Anindita Pradana dan Abraham Utama