Kisah petani yang sukses bercocok tanam di suhu -30C
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kisah petani yang sukses bercocok tanam di suhu -30 derajat Celsius

Svalbard, yang terletak di antara Norwegia dan Kutub Utara, merupakan pulau paling utara di dunia yang dihuni manusia. Di pulau yang hampir seluruh permukaannya tertutup salju ini, bercocok tanam adalah hal yang sulit dilakukan.

Jika ingin mengonsumsi sayuran, warga Svalbard harus membelinya dari Norwegia. Sayangnya, sayuran datang dalam kemasan plastik yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi sampah plastik juga emisi karbondioksida.

Salah satu warga Svalbard, Ben Vidmar, ingin mengubah hal itu. Dia pun mencoba bercocok tanam.

Simak juga:

Padahal, saat musim dingin, suhu di Svalbard bisa mencapai minus 30 derajat celcius dan matahari tidak akan bersinar selama empat bulan. Sementara itu, di musim panas, matahari bisa bersinar selama 24 jam.

Lalu, bagaimana cara Ben bertani?

Dia menggunakan kubah transparan yang berfungsi seperti rumah kaca untuk menumbuhkan sayuran di musim panas dan melakukan budidaya microgreens di dalam ruangan, saat musim dingin.