Kerusuhan 22 Mei: Jokowi dan Prabowo serukan aksi damai
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kerusuhan Pilpres: Jokowi dan Prabowo serukan aksi damai

Presiden Joko Widodo menyatakan akan menindak tegas para perusuh menyusul kericuhan yang menyebabkan enam korban jiwa sementara calon presiden Prabowo Subianto menyerukan semua pihak menahan diri.

Jokowi mengatakan "tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, merusak negara kesatuan Republik Indonesia, Tidak ada pilihan, nggak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku."

Jokowi juga menyerukan semua pihak untuk, "merajut kembali persatuan kita, merajut kembali persaudaraan kita, merajut kembali kerukunan kita, karena Indonesia adalah rumah kita bersama."

Kerusuhan pecah pada Selasa (21/05) malam dan berlanjut Rabu (25/05) dini hari menyusul aksi demonstrasi di Gedung Bawaslu di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Massa melemparkan petasan dan batu ke arah aparat keamanan yang dibalas dengan tembakan gas air mata. Massa juga sempat membakar beberapa mobil di asrama Polri di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.

Sementara Prabowo Subianto meminta agar aksi unjuk rasa para pendukungnya dilakukan secara damai.

Simak juga:

Pada Rabu (22/05) massa kembali berkumpul di sekitar Gedung Bawaslu, sementara aparat kepolisian sudah memblokir jalan menuju kantor tersebut.