"Takut vaksinasi membuat saya kehilangan dua anak karena cacar"
Media playback tidak ada di perangkat Anda

'Takut vaksinasi membuat saya kehilangan dua anak'

Vaksin telah menyelamatkan puluhan juta orang dalam satu abad ini, tetapi di beberapa negara, ahli kesehatan mengidentifikasi sejumlah kalangan yang cenderung meragukan vaksinasi.

Beredarnya hoaks dan informasi yang salah tentang vaksinasi di sosial media, membuat banyak orang tua urung memvaksinasi anak mereka, yang justru berakibat fatal.

Seperti yang dialami Arlyn B. Calos, warga Baseco, pemukiman kumuh di Manila, Filipina.

Dia kehilangan dua anaknya akibat campak, hanya dalam waktu seminggu.

"Saya sangat marah. Seharusnya, saya tidak mempercayai apa yang ditulis orang-orang di Facebook," katanya.

Simak juga:

Arlyn menyebut dia takut memvaksinasi anaknya karena informasi salah yang beredar di media sosial juga di televisi.

"Di berita televisi dan di Facebook menyebutkan banyak anak yang meninggal karena vaksin. Saya jadi takut memvaksinasi anak saya," ujarnya.

Namun, penyesalan datang terlambat. Campak merenggut kedua anak Arlyn saat wabah menyerang wilayah tempat tinggalnya. Di Baseco, sekitar 35.000 orang terinfeksi dan 500 orang telah meninggal akibat campak sejak awal 2019.

"Jika punya anak lagi nanti, saya tidak akan ragu memberi mereka vaksin, agar mereka selamat dari campak," sebutnya.