Mereka yang kembali berkebaya
Media playback tidak ada di perangkat Anda

#SelasaBerkebaya, upaya mengembalikan kebaya ke keseharian perempuan Indonesia

Gerakan #SelasaBerkebaya marak di media sosial. Tujuannya adalah mengembalikan busana nasional itu ke keseharian perempuan Indonesia.

Gerakan ini didukung berbagai komunitas dan jadi agenda rutin di berbagai kota.

Salah satunya adalah Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, yang anggotanya berasal dari berbagai kalangan di Jakarta.

Menurut Yanti, salah satu anggota Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, jika sudah terbiasa, memakai kebaya tidaklah serepot yang dibayangkan.

"Ini soal pola pikir, kalau sudah dijalani (berkebaya), tidak akan sulit," tambah perempuan yang berprofesi sebagai arsitek ini.

Dia juga menambahkan, sering kali menggunakan kebaya ke proyek pembangunan yang sedang dia tangani, bahkan naik-turun ojek.

"Saya sering ke proyek, naik turun tangga, juga naik ojek pakai kebaya, biasa saja," katanya.

Simak juga:

Dwi Woro Retno seorang dosen dan peneliti mengatakan, berkebaya juga bisa jadi cara menghormati leluhur.

"Mengenakan kebaya juga sebagai identitas bangsa, terutama identitas perempuan," kata Woro.

Tidak hanya perempuan dewasa, mengenakan kebaya sebagai busana sehari-hari juga mulai dilakukan anak-anak muda. Seperti yang dilakukan Reina Sidharta, mahasiswi. Namun, agar lebih praktis, Reina memilih menggunakan batik modern sebagai padanannya.

"Bukan kain, tapi batik yang jadi rok dengan karet di bagian pinggang, agar lebih nyaman digunakan sehari-hari," sebutnya.

Video produksi: Silvano Hajid