Pembangunan infrastruktur Papua, untuk siapa?
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Pembangunan infrastruktur Papua, untuk siapa?

Pembangunan infrastruktur gencar dilakukan di Papua, termasuk juga pembangunan jalan raya Trans Papua.

Sebagian warga menyambut baik adanya pembangunan tersebut. Adanya perbaikan dan penambahan jalan baru, bisa memangkas waktu transportasi dan membuat harga bahan pokok lebih terjangkau.

"Dulu barang-barang mahal karena harus diangkut dari Jayapura ke daerah-daerah lain seperti Wamena, lewat udara," kata Epin Wenda, warga Wamena yang tinggal di Jayapura.

Simak juga:

Namun, sebagian warga berpendapat, pembangunan infrastruktur fisik juga harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Pembangunan SDM seharusnya diperhatikan lebih dulu," sebut Heri, mahasiswa Universitas Cendrawasih, asal Wamena.

"Jika SDM-nya sudah membaik, masyarakatnya sudah bisa mengelola sendiri, otomatis dari segi fisik pembangunan infrastuktur, masyarakat Papua akan bisa merasakan bagaimana cara membangun dan menikmati hasil dari kerja mereka sendiri," paparnya.

Ada juga yang berpendapat, pembangunan tidak ada gunanya jika korban manusia terus berjatuhan akibat konflik berkepanjangan.

"Jika banyak yang meninggal karena konflik terus-menerus antara TNI dan OPM, maka pembangunan itu untuk siapa?" ucap John Jonga, pastor di Wamena.

Video produksi: Heyder Affan, Ayomi Amindoni, Dwiki Marta dan Oki Priambodo.