Mahasiswa Papua bicara soal rasisme: "Tolong hargai kami sebagai manusia"
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Mahasiswa Papua bicara soal rasialisme: 'Dihina bau, tolong hargai kami sebagai manusia'

Sejumlah mahasiswa Papua di Jakarta bercerita tentang ucapan dan tindakan rasial yang mereka alami, di tengah kasus rasialisme di Surabaya dan Malang, yang berujung pada kerusuhan di beberapa kota di Papua Barat.

Mereka mengatakan mengakui masih kerap mengalami rasialisme dan diskriminasi di kampus dan lingkungan sekitar.

"Ada dosen yang mengatakan kenapa mahasiswa Papua bau dan dekil," kata Anastasia Marian, mahasiswa asal Wamena.

Simak juga:

Berbicara tentang konflik di Surabaya, mereka mengaku sakit hati atas ungkapan bernada rasialisme yang ditujukan bagi warga Papua.

"Hati saya terpukul," sebut Michael Dawi, yang juga berasal dari Wamena.

Mereka berharap bisa dihargai sebagai sesama manusia.

"Tolong hargai kami sebagai manusia. Jangan mengeluarkan kata-kata (ejekan) yang bisa menyakiti hati kami," tutur Priska Mulait.

"Tunjukkan kalau Indonesia itu adalah negara yang tidak membedakan suku, agama, ras dan lainnya."

Video produksi: Heyder Affan, Callistasia Wijaya dan Anindita Pradana.