Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara jadi ibu kota baru: Strategis dan minim bencana
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara jadi ibu kota baru: 'Jalan tol terpanjang disiapkan'

Presiden Joko Widodo mengumumkan sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru - yang akan menjadi pusat pemerintahan Indonesia.

Prasarana di daerah calon ibu kota baru ini juga telah disiapkan.

Bupati Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud mengatakan salah satu infrastruktur yang telah disiapkan dari "jauh-jauh" hari adalah pembangunan "jalan tol terpanjang sejauh 14,5 kilometer yang akan menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara."

"Jembatan ini pas dengan bandaranya, dari bandara internasional (Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) itu 10-15 menit bisa sampai di Penajam Paser Utara," kata Abdul.

Presiden Jokowi mengatakan sejumlah alasan ibu kota harus dipindahkan adalah beban Jakarta yang sudah terlalu berat termasuk jumlah penduduk yang terlalu banyak.

Saat ini, penduduk Jawa adalah 150 juta atau 54% dari total 267 juta jumlah penduduk Indonesia.

Kalimantan Timur juga dipilih karena "minim bencana", kata Jokowi, "baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor."

Letak Kalimantan Timur juga dianggap strategis karena berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Di provinsi ini, pemerintah memiliki lahan seluas 180.000 hektar.

Biaya pemindahan ibu kota, menurut Jokowi, akan menghabiskan Rp466 triliun, 19% di antaranya dari APBN.

Langkah berikutnya yang dilakukan pemerintah adalah menyiapkan rancangan-undang-undang pemilihan ibu kota.

Video Editor: Lesthia Kertopati

Video wawancara warga Penajam Paser Utara: Samir untuk BBC News Indonesia