Sengkubak, mecin alami dari Kalimantan
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Sengkubak, vetsin alami dari Kalimantan

Vetsin sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Indonesia sebagai penyedap masakan.

Namun, tahukah Anda terdapat vetsin alami dari hutan Kalimantan bernama sengkubak?

Bernama latin Pycharrhena cauliflora (Miers.) Diels, tanaman yang termasuk dalam keluarga manispermaceae ini kerap dijadikan bumbu penyedap oleh masyarakat Sintang, Kalimantan Barat.

Simak juga:

Tanaman berdaun lancip ini tumbuh secara liar di ketinggian 100-150 meter, baik di dataran rendah dan perbukitan.

Di Kabupaten Sintang, penggunaan daun sengkubak sebagai penyedap rasa sudah diwariskan secara turun temurun.

"Kami tidak pernah pakai vetsin, tahunya ya pakai ini untuk penyedap masakan," ujar Monica Miluani, warga Kampung Tembak, Sintang. "Sudah turun temurun dari nenek, kakek, bapak, mamak sampai saya," tambahnya.

Sengkubak memang memiliki cita rasa yang mirip vetsin karena memiliki kandungan asam glutamat, inposin 5-monofosfat (IMP) dan guanosin 5 monofosfat (GMP). Daun ini juga mengandung protein, karbohidrat, mineral dan air.

Tidak seperti vetsin yang berbentuk bubuk kristal, penggunaan sengkubak untuk memasak cukup dengan ditumbuk halus atau diiris tipis-tipis dan diremas-remas kemudian dituangkan ke dalam masakan.

Jika ingin lebih tahan lama, daun sengkubak ini juga bisa dikeringkan dan diolah menjadi serbuk untuk disimpan.

Video produksi: Mehulika Sitepu dan Dwiki Marta