Kabut asap kiat pekat, anak-anak paling terdampak
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kabut asap kian pekat, anak-anak paling terdampak

Anak-anak menjadi kalangan paling terdampak kabut asap kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau. Mereka menderita sesak napas dan infeksi saluran pernapasan akut.

Sejak Januari lalu, menurut BPPD Riau, sekitar 4.118 hektare lahan terbakar di provinsi tersebut dan dinas kesehatan mencatat lebih dari 12.000 warga berkunjung ke Puskesmas sejak Juli lalu karena masalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang dipicu kabut asap.

"Kata dokter anak saya sesak napas karena kabut asap. Selain itu, dia juga ada demam dan batuk. Intinya penyakit ini karena asap," ujar Muhammad Ridho, mengisahkan kondisi anaknya yang harus dibawa ke rumah sakit.

Simak juga:

Sementara itu, kabut asap yang semakin pekat juga membuat sekolah memulangkan siswa mereka lebih cepat. Bahkan beberapa sekolah diliburkan.

"Polusi udara sudah sangat meresahkan karena angkanya sudah di atas rata-rata yang ditetapkan dinas kesehatan," ujar Afni Sarianti, guru taman kanak-kanak. "Karena belum ada instruksi soal meliburkan sekolah, jadi anak-anak kami pulangkan lebih cepat."

Adapun, pada Jumat (06/09) pagi laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menunjukkan jumlah titik api keseluruhan di Indonesia telah mencapai angka lebih dari 6.512 titik, lebih banyak dari tahun 2018.

Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun ini "masih terkendali". Pemerintah juga belum menetapkan kebakaran hutan sebagai bencana dan penanganan kesehatan masih normal.

Video Editor: Lesthia Kertopati