Boeing akui kesalahan dalam kecelakaan pesawat 737 Max 8
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Boeing akui kesalahan dalam kecelakaan pesawat di Indonesia dan Ethiopia

Boeing mengaku bertanggung jawab atas kecelakaan dua pesawat 737 Max 8 di Indonesia dan Ethiopia.

Pengakuan CEO Boeing ini sejalan dengan temuan KNKT tentang kegagalan sistem MCAS pada pesawat.

Hal tersebut disampaikan CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam sidang dengar pendapat dengan Kongres AS pada Selasa (29/10).

"Kami tidak menyalahkan pilot. Itu bukan pernyataan resmi dari perusahaan kami. Kami tahu kami melakukan kesalahan dan menemukan hal yang salah," sebut Muilenburg.

Simak juga:

Selain itu, dalam sidang dengar pendapat itu juga dibeberkan bukti baru berupa percakapan pesan singkat dari dua pilot penguji pesawat 737 Max pada November 2016 silam.

Dalam percakapan itu diketahui bahwa kedua pilot menemukan "kegagalan" sistem MCAS yang membuat pesawat tidak bisa dikendalikan secara manual. Namun temuan itu tidak disampaikan dalam laporan yang diserahkan Boeing ke pemerintah.

Adapun, temuan itu sejalan dengan hasil investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyebut terdapat sembilan faktor penyebab kecelakaan Lion Air JT-610 pada 2018 lalu.

Di antaranya adalah sensor tunggal pada sistem MCAS dan kurangnya panduan serta pelatihan bagi pilot mengenai sistem tersebut, sehingga mereka gagal melakukan tindakan penyelamatan.

Dalam rilis resminya, Boeing menanggapi rekomendasi yang diberikan oleh KNKT. Tertulis bahwa Boeing akan meningkatkan faktor keselamatan penerbangan terrutama untuk pesawat jenis 737-800 MAX dan perangkat lunak yang tertanam dalam pesawat.

Video Editor: Lesthia Kertopati