India gunakan sistem ganjil-genap demi atasi polusi udara
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Polusi udara: Bisakah sistem ganjil-genap jadi solusi?

Polusi udara di ibu kota India, New Delhi, sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Partikel membahayakan di udara atau PM 2.5 mencapai angka 900, padahal ambang batas kesehatan berada di angka 40.

Pemerintah kota telah memberlakukan beberapa program untuk mengurangi polusi udara, salah satunya adalah sistem ganjil genap kendaraan bermotor, yakni plat ganjil hanya boleh berkendara di tanggal ganjil dan plat genap di tanggal genap.

Warga juga diimbau untuk selalu memakai masker di luar ruangan dan diminta tidak keluar rumah jika tidak penting. Selain itu, banyak sekolah juga diliburkan demi mencegah anak-anak dari infeksi saluran pernapasan akut.

Simak juga:

Namun, bisakah ganjil-genap mengurangi polusi udara?

Faktanya, New Delhi merupakan salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Emisi gas buang kendaraan bermotor disebut sebagai penyebab utama, namun asap pembakaran lahan, konstruksi juga industri semakin memperparah kabut asap di Delhi.

Imbasnya, warga pun turun ke jalan. Mereka menuntut pemerintah mencari cara yang lebih efektif untuk mengatasi polusi udara yang semakin mencekik.