Bocah Filipina bertaruh nyawa mendulang uang di sungai tercemar
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Bocah Filipina bertaruh nyawa memungut sampah di sungai tercemar

Ranniel Mirador baru berusia 13 tahun, tapi dia sudah jadi tulang punggung keluarga.

"Per hari saya dapat Rp20.000, kadang saya dapat Rp40.000," kata Ranniel.

Uang itu tidak dengan mudah didapat oleh Ranniel. Setiap hari dia bertaruh nyawa, memulung sampah plastik di sungai paling tecemar di Filipina, untuk kemudian dijual.

Simak juga:

"Airnya kotor, sangat bau. Tapi kami harus tetap menyelam mencari plastik atau logam," ujar Ranniel.

Memulung sampah di sungai tercemar bukannya tanpa risiko. Ranniel kerap terluka, dia kadang terkena pecahan kaca dari botol bahkan terpeleset dan jatuh ke perairan yang dalam.

Jika sakit, Ranniel tidak ke dokter. "Saya tidak keluar rumah dan hanya tidur seharian," katanya.

Saat ditanya tentang masa depan, Ranniel berkata pasrah. "Masa depan? saya tidak tahu. Bisa jadi bagus atau malah buruk."