Lengger lanang: Peleburan tubuh maskulin dan feminin
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film 'Kucumbu Tubuh Indahku' dari tari Lengger Lanang

Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori Film Terbaik dan dipilih menjadi wakil Indonesia untuk dicalonkan menjadi nominasi film berbahasa asing di Academy Award 2020.

Tokoh sentral yang menjadi penutur utama dalam film tersebut adalah Rianto, seorang penari lengger lanang asal Banyumas, Jawa Tengah.

Dia menjelaskan bahwa film ini terinspirasi dari proses terkait tubuh, yang memiliki sifat maskulin dan feminin dalam satu tubuh.

"Film ini tentang Rianto-Rianto yang ada di Indonesia. Rianto bukan sebagai manusia, tapi dimaknai sebagai bentuk kesenian, bentuk kesenian yang dimaknai sebagai sikap keseharian," kata dia.

Di sisi lain, film tersebut juga menjadi kontroversi karena disebut mengangkat soal LGBT. Imbasnya, film tersebut dilarang diputar di beberapa kota di Indonesia.

"Padahal, dari awal sampai akhir film itu, tidak ada promosi soal LGBT," ujarnya.

Rianto menyebut film tersebut berkisah tentang lengger lanang, tarian dengan gerak perempuan yang ditarikan oleh lelaki.

Simak juga:

Dari anak kecil yang kerap mengalami perundungan, kini Rianto menjadi penari internasional dan telah pentas di puluhan negara, di lima benua di dunia.

Karya pementasan pertamanya yang berjudul Medium juga telah dipentaskan di berbagai festival mancanegara, dari Australia, Eropa hingga Afrika.

Kendati telah sukses sebagai penari berskala dunia, Rianto ingin terus melestarikan lengger lanang yang semakin tergerus. Tidak lagi ditarikan para pria, kini lengger lanang ditarikan penari perempuan.

"Ada yang menerima dan mendukung keberadaan lengger lanang, tapi ada juga yang tertutup dan melihat lengger lanang ini adalah kaum banci dan minoritas yang seharusnya tidak ada di Indonesia," kata Rianto.

Video produksi: Anindita Pradana dan Famega Syavira