Donald Trump: Bagaimana Presiden AS bisa dilengserkan dari jabatannya?
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Donald Trump: Bagaimana Presiden AS bisa dilengserkan dari jabatannya?

Donald Trump menjadi presiden AS ketiga dalam sejarah yang dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS, setelah Andrew Johnson dan Bill Clinton.

Namun melengserkan presiden dalam pemerintahan Amerika Serikat bukanlah hal yang mudah. Bahkan terbilang rumit.

Bagaimana caranya?

Simak juga:

Pertama, DPR AS harus menggelar sidang dengar pendapat dan bertanya pada para saksi. Setelah itu, mereka harus melakukan voting atau pemungutan suara.

Hasilnya, ada dua kesimpulan, yakni pertama, Trump sudah menyalahgunakan kekuasaannya dalam menekan Ukraina untuk kepentingan pribadi. Kedua, dia berupaya untuk menghalang-halangi investigasi atas dugaan ini di Kongres.

Hampir semua anggota DPR dari Partai Demokrat mendukung pemakzulan Trump dan semua anggota DPR dari Partai Republik menentangnya. Namun, Demokrat menang dengan mengantongi 233 dari 435 suara.

Tapi, bukan berarti Trump lantas bisa didepak keluar dari Gedung Putih begitu saja. Langkah selanjutnya adalah menunggu hasil sidang Senat. Diperlukan dua-pertiga suara atau 60% dukungan di Senat untuk memakzulkan presiden.

Partai Republik, yang mendukung Trump, menguasai 53 dari 100 kursi di Senat, sementara Partai Demokrat memerlukan 67 senator untuk menyetujui pemakzulan Trump.

Atas alasan inilah para analis meragukan Demokrat akan menang di Senat.

Dua pemakzulan sebelumnya pada 1868 (Johnson) dan 1998 (Clinton) terhenti di sidang Senat.

Presiden Nixon memilih mengundurkan diri pada 1974 sebelum sempat dimakzulkan karena skandal Watergate.

Di sisi lain, Trump tampaknya tidak akan melakukan cara yang ditempuh Nixon. Dalam pidatonya dia mengatakan, "bagaimana mungkin Anda memakzulkan seseorang yang bekerja dengan sangat baik dan tidak melakukan kesalahan?"