Tsunami Aceh: Kisah ibu mencari anaknya yang hilang sejak 15 tahun lalu
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Setelah 15 tahun tsunami melanda Aceh: 'Pulanglah nak, ibu dan bapakmu masih hidup'

Saudah kehilangan putranya saat tsunami menerjang kawasan di seputar Samudra Hindia termasuk Aceh pada 2004 silam. Kini, 15 tahun berlalu, dia masih menanti anaknya kembali.

Saudah bercerita, saat tsunami menerjang Aceh, dia dan putranya, Muhamad Siddiq terpisah.

"Air datang dari segala arah dan kami berdua tergulung air. Saya tidak tahu Siddiq ada di mana," kata Saudah.

Simak juga:

Berdasarkan cerita para kerabat dan saksi lainnya, Saudah meyakini putranya selamat, meskipun tidak ada bukti.

Sepekan setelah tsunami, Saudah dan suaminya mulai mencari Siddiq ke posko pengungsian, dari Aceh hingga ke Sumatera Utara. Namun tanpa hasil.

"Ada yang cerita Siddiq ada di posko pengungsian, saat kami sampai sana, katanya sudah dibawa ke bandara, dibawa ke Jakarta," ujar Saudah, sambil terisak.

Jika benar selamat, kini Siddiq sudah berusia 21 tahun. "Saya mimpi, dia sudah jadi orang hebat," sebut Saudah.

Namun, dia masih merindukan putranya dan berharap Siddiq pulang ke Aceh.

"Pulanglah, ibu dan bapakmu masih hidup. Pulanglah, walau hanya sebentar," pesan Saudah kepada Siddiq.

Video produksi:

Kameraman: Hidayatullah untuk BBC News Indonesia

Video Editor: Silvano Hajid

Topik terkait