15 tahun tsunami Aceh: Bagaimana nasib Rp72 triliun dana bantuan asing?
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Setelah 15 tahun tsunami melanda Aceh: Bagaimana nasib Rp72 triliun dana bantuan asing?

Usai tsunami melanda pada 2004, dana bantuan asing banyak mengalir ke Aceh. Jumlahnya mencapai Rp72 triliun.

Dari sekitar 230.000 korban meninggal di sejumlah negara di seputar Samudra Hindia dalam tsunami tanggal 26 Desember 2004, korban terbanyak adalah di Aceh dengan 167.000 korban meninggal dan 37.000 hilang.

Dana hibah tersebut dipergunakan untuk merehabilitasi dan merekonstruksi bangunan dan infrastruktur yang rusak terhantam tsunami.

Kini, 15 tahun berlalu, sebagian bangunan dari dana hibah tersebut justru terbengkalai.

Simak juga:

Salah satunya adalah Kampung Perumahan Indonesia-Tiongkok atau yang lebih akrab disebut 'Kompleks Jackie Chan'.

Perumahan yang berlokasi di Kabupaten Aceh Barat itu dibangun menggunakan dana bantuan dari pemerintah China senilai Rp65 miliar.

Namun sekarang, sebagian bangunannya kosong dan rusak. Tidak sedikit yang menjadi 'rumah' bagi hewan, termasuk kucing dan kambing yang kerap berkeliaran.

Kepala Desa Neuheun, Faizan, mengatakan rumah-rumah itu kosong karena pemiliknya memilih menetap di Banda Aceh.

"Mereka cari uangnya di sana (Banda Aceh). Jarak dari Desa Neuheun ke Banda Aceh cukup jauh, jadi mereka lebih sering di sana," ujar Faizan.

Bukan hanya rumah tinggal, fasilitas umum yang dibangun dari dana hibah pun banyak yang terabaikan dan beralih fungsi.

Termasuk gedung evakuasi bantuan pemerintah Jepang yang kini kosong dan tidak terawat, serta puskesmas bantuan Arab Saudi yang berubah fungsi menjadi kafe.

Namun, tidak semua infrastruktur dari bantuan asing terbengkalai.

Jalan raya dan jembatan yang dibangun menggunakan dana bantuan dari Amerika Serikat, USAID masih terpelihara hingga kini, meskipun mulai rusak dan bergelombang.

Video produksi:

Kameraman: Hidayatullah untuk BBC News Indonesia

Video Editor: Silvano Hajid, Lesthia Kertopati